Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://h-akbar.kotasantri.com
Bergabung
28 Agustus 2011 pukul 10:56 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
Saya adalah manusia biasa. Senang membaca. Tertarik dengan kajian agama.
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah
Tulisan H. Lainnya
Multazam sebagai Maqam Ijabah
28 September 2011 pukul 12:21 WIB
Rejeki Beakeun Ku Hayam
27 September 2011 pukul 11:45 WIB
Perilaku Jalalah
24 September 2011 pukul 12:00 WIB
Hilary Saunders : Aku Bahagia dalam Islam
22 September 2011 pukul 18:00 WIB
Kembali ke Rumah
15 September 2011 pukul 13:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 1 Oktober 2011 pukul 13:45 WIB

Kemungkinan Anak yang Lahir ke Dunia

Penulis : H. Akbar

Secara naluriah, manusia diciptakan Allah secara berpasangan (QS. Ar-Rum : 21). Laki-laki diberi kecenderungan mencintai perempuan (QS. Ali Imran : 14) dan sebaliknya. Dari buah kecenderungan itu kemudian mereka memasuki gerbang perkawinan. Ikatan perkawinan akan semakin terpateri manakala mereka dikaruniai anak keturunan.

Mereka mengangankan anak-anak yang lahir itu ganteng, cantik, cerdas, lucu, menggemaskan, dan harapan-harapan lain yang akan menjadi kebanggaan. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa Al-Qur'an telah menginformasikan bahwa anak yang lahir ke dunia itu ada 4 kemungkinan, yaitu :

Pertama, anak akan menjadi musuh. Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka." (QS. At-Taghabun : 14).

Anak yang ada pada tingkatan ini sudah pada tingkat membahayakan. Sudah ada organ penting yang rusak. Mentalnya perlu di-install ulang. Orangtuanya sudah terancam. Al-Qur'an meminta agar orangtua supaya berhati-hati terhadap mereka. Solusi yang terbaik tentu ‘membuang’ mereka ke lembaga pendidikan yang bisa merehabilitasi kerusakan yang dialaminya. Jika tidak ditangani secara cepat, bukan hal yang mustahil akan berpengaruh pada kehidupan keluarga yang lainnya.

Kedua, anak akan menjadi fitnah (cobaan). Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)." (QS. At-Taghabun : 15).

Jika anak ada pada tingkatan ini, orangtua perlu waspada. Jangan lengah. Ancaman terhadap orangtua berbentuk fitnah. Banyak orangtua yang sangat dihormati oleh masyarakat, namun nama baiknya dihancurkan oleh tingkah laku anaknya. Fakta di lapangan sering terjadi bahwa seorang kyai belum tentu anak keturunannya menjadi kyai. Solusi terbaik, mental anak cukup di-restart, tidak perlu di-install ulang.

Ketiga, anak akan melalaikan dari mengingat Allah. Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah." (QS. Al-Munafiqun : 9).

Pada tingkatan ini anak bisa melalaikan untuk mengingat Allah. Acara televisi yang banyak disenangi anak umumnya ditayangkan sudah mendekati datangnya waktu shalat. Jika hal itu terjadi, tinggal kita yang harus pandai mencari alasan yang bisa diterima olehnya. Bentuk kekerasan apapun tidak akan menyelesaikan masalah. Ingatkan mereka dengan bijak. Jangan lupa meng-update antivirus ke dalam tubuh anak supaya tidak timbul kerusakan yang lebih parah.

Keempat, anak akan menjadi qurrata a’yun, cindur mata belahan hati. Kemungkinan keempat ini yang kita harapkan, seperti terungkap dalam untaian do'a yang tercantum dalam Al-Qur'an, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan : 74).

Kemungkinan keempat inilah yang kita harapkan. Untuk bisa mewujudkannya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan sebilah pisau tajam yang mampu menoreh sampai ke lubuk hati yang paling tajam. Pisau tajam itu berbentuk akhlak mulia yang diwujudkan dalam bentuk contoh oleh orangtuanya. Yakinlah! Contoh merupakan bahasa yang paling mudah dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat.

http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com

Suka
bambang menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan H. Akbar sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Darwin | Wiraswasta
Subhanallah... KotaSantri.com bisa dijadikan salah satu referensi guna menambah wawasan.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1822 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels