|
QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
|





Selasa, 13 November 2012 pukul 14:00 WIB
Penulis : Rahmat Hidayat Nasution
Alkisah, ketika Nabi Muhammad SAW pergi menuju Madinah bersama Abu Bakar, orang-orang kafir Mekkah berkumpul di dekat rumah Abu Jahal.
Salah seorang pembesar kafir Quraisy berkata, “Siapa yang bisa membawa kepala Muhammad kembali ke Mekkah, akan kami beri seratus ekor unta.”
Suraqah yang mendengar pernyataan tersebut tampil maju ke depan dan berkata, “Akan kubawa dia ke sini.”
Lalu para pembesar kafir Quraisy mengumpulkan harta mereka sebagai bukti keseriusan, sedangkan Suraqah segera memacu kudanya untuk mengejar Rasullah SAW. Saat sudah mendekati Rasulullah, segera dicabutnya pedang dari sarungnya. Namun begitu makin dekat, kaki kuda Suraqah terperosot ke dalam tanah hingga lututnya.
“Ya Muhammad, aku menyerah. Damai,” kata Suraqah.
Nabi Muhammad SAW berdo'a. Dengan izin Allah kaki kuda Suraqah kembali bisa berdiri.
Begitu terbebas, Suraqah kembali mengejar Rasulullah dan ingin membunuhnya dengan pedangnya kembali. Kembali kaki kudanya terbenam ke dalam tanah hingga seluruh kakinya.
“Ya Muhammad, aku menyerah. Aku tak akan mengganggumu lagi.”
Rasulullah SAW berdo'a kepada Allah. Dengan izin Allah, kaki kuda tersebut kembali naik dan berada di atas tanah kembali.
Suraqah turun dari kudanya dan mendekati Rasulullah.
“Hai Muhammad, ceritakan kepadaku tentang Tuhanmu, yang mampu membuat keajaiban seperti ini. Apakah Dia terbuat dari emas ataukah dari perak?”
Rasulullah SAW menundukkan kepalanya, tak lama turunlah Malaikat Jibril. “Katakan (Ya Muhammad) : Allah Maha Esa. Allah tempat bergantung. Dia Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak ada yang setara dengan-Nya.” (QS. Al-Ikhlas [112] : 1-4).
“Katakan (Ya Muhammad) : Allah pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri dengan berpasang-pasangan dan dari jenis binatang ternak berpasangan juga. Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada yang serupa dengan-Nya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. AS-Syura [42] : 11).
Lalu Suraqah berkata, “Tuntunlah aku masuk Islam.”
Rasulullah-pun membimbingnya membaca syahadat.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.