|
Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
|





Rabu, 19 September 2012 pukul 14:00 WIB
Penulis : Rahmat Hidayat Nasution
Sudah sering kita mendengar arahan para pendakwah untuk menjadi orang baik, dengan melakukan shalat, membayar zakat, melaksanakan puasa, melakukan ibadah haji bagi yang mampu, dan melakukan amal-amal ibadah sunnah lainnya. Tapi, barangkali, kita belum memahami apa pentingnya kebaikan-kebaikan yang dilakukan. Jikapun tahu, paling kita memahami bahwa kebaikan yang kita lakukan hanya bermanfaat untuk diri kita saja.
Ternyata, kebaikan yang dilakukan juga berdampak baik bagi orang lain. Ibarat tukang minyak wangi, meski tak membelinya, namun tetap bisa mendapatkan percikan minyak wangi. Bahkan, kebaikan ibadah-ibadah wajib yang dilakukan memberikan manfaat jauh di luar perkiraan kita.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,
“Allah tidak mengirimkan bencana kepada umatku yang tidak shalat adalah karena ibadah umatku yang shalat. Andaikata manusia sepakat tidak shalat, maka sekejap matapun Allah tak akan mempedulikan mereka.
Allah tidak mengirimkan bencana kepada umatku yang tidak membayar zakat adalah karena ketaatan umatku yang berzakat. Andaikata mereka sepakat tidak membayar zakat, maka sekejap matapun Allah tak akan mempedulikan mereka.
Allah tidak mengirimkan bencana kepada umatku yang tidak mau berhaji adalah karena terdapat umat yang berhaji. Andaikata mereka sepakat tidak menjalankan haji mereka, sekejap matapun Allah tak akan mempedulikan mereka.
Allah tidak mengirimkan bencana kepada umatku yang tidak shalat Jum'at adalah karena umatku ada yang melakukan shalat Jum'at. Andaikata mereka sepakat tidak melakukan shalat Jum'at, maka sekejap matapun Allah tak akan mempedulikan mereka.
Itulah yang dimaksud firman Allah SWT, “Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagaimana manusia dengan sebagian yang lain, pastilah rusak bumi ini.” (QS. Al-Baqarah [2] : 251).
Allah mengampuni dan memaafkan orang yang tak shalat karena kebaikan orang yang melakukan shalat di antara umatku.
Melalui hadits ini, menjadi ‘terang benderang’ bagi kita, bahwa ibadah yang kita lakukan, baik yang wajib maupun sunnah, memberikan dampak positif bagi orang-orang yang tak beribadah. Maka pantas kita bersyukur kepada Allah SWT bisa melakukan ibadah, sehingga Allah masih mempedulikan orang-orang yang tak beribadah kepada-Nya.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.