QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://dayat_nst.kotasantri.com
Bergabung
8 Maret 2009 pukul 21:55 WIB
Domisili
Deli Serdang - Sumatera Utara
Pekerjaan
Guru
Aku adalah orang yang sedang belajar membaca dan menulis, bekerja sebagai Staf Pengajar di Islamic International School Darul Ilmi Murni (IIS DIM) Medan dan MTs Muallimin UNIVA Medan.
Tulisan Rahmat Lainnya
Air Mineral Gelas
26 Agustus 2012 pukul 13:45 WIB
Tiga "Amanah" Semangat Kemerdekaan
25 Agustus 2012 pukul 13:45 WIB
Belajar Sifat Karim dari Profesi Empat Malaikat
22 Agustus 2012 pukul 11:15 WIB
Wanita yang Ingin Taubat
14 Agustus 2012 pukul 14:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 2 Oktober 2012 pukul 13:30 WIB

Kuda Milik Murid Abdullah Bin Mubarak

Penulis : Rahmat Hidayat Nasution

Diriwayatkan, suatu hari Abdullah bin Mubarak melihat seekor kuda yang dijual di pasar dengan harga 40 dirham.

“Murah sekali,“ kata Abdullah bin Mubarak.

“Ya, kuda ini harus dijual karena punya kelainan yang sangat mengecewakan,” komentar penjual kuda.

“Seperti apa kelainannya?” tanya Abdullah.

“Kuda ini tak bisa dipacu. Berhenti saat dikejar musuh, hingga musuh bisa mengejar. Meringkik pada saat disuruh diam.”

“Berarti harganya mahal,“ kata Abdullah sambil ia berjalan meninggalkan penjual kuda tersebut.

Beberapa hari kemudian, murid Abdullah bin Mubarak membelinya. Ketika kuda itu dibawa berperang, ternyata kuda tersebut dapat berperilaku baik.

“Sudahkah kau buktikan kelemahannya?” tanya Abdullah.

“Ya, benar apa yang dikatakan penjual kuda. Tapi setelah kubeli, kuucapkan di telinganya, ‘Hai kuda, telah kutinggalkan dosa-dosaku. Aku sudah taubat dan kembali kepada Allah. Maka kamu juga harus meninggalkan tabiat burukmu.' Kepalanya bergerak-gerak sebanyak tiga kali. Aku gembira melihat jawabannya. Barulah kutahu bahwa tabiat buruk kuda bukan dari kudanya, tapi dari pemiliknya. Kuda itu mengutuk penunggangnya yang kufur (zhalim) kepada Allah hingga jatuh dari punggungnya. Bagiku, ini selaras dengan firman Allah SWT, “Ingatlah, laknat Allah kepada orang-orang yang zhalim.” (QS. Hud [11] : 18). Jika Allah melaknat sesuatu, maka segala sesuatu akan melaknatnya. Demikian juga dengan kuda ini. Ia melaknat pemiliknya yang kufur hingga ia tak mau menuruti apa yang diperintahkannya.”

Kisah kuda ini menjadi pelajaran penting bagi kita sebagai mahluk sosial. Jika reaksi hewan saja bisa buruk terhadap pemiliknya. Demikian halnya dengan interaksi kita dengan sesama manusia. Jika kita baik, insya Allah orang lain juga akan baik.

Sangat mungkin juga terjadi hal tersebut dengan rezeki yang kita peroleh. Jika rezeki yang didapat saat ini serasa makin hari makin berkurang, mungkin saja karena kita kufur dalam penggunaan uang. Kita lebih banyak menggunakannya untuk memenuhi keinginan nafsu. Atau, bisa jadi juga kita gunakannya untuk memperkaya diri, bukan untuk berbagi dengan orang lain.

Suka
Puspita menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Angga Ciptadi | Karyawan
Sering-sering maen ke web ini, biar terus dapat insiprasi + motivasi dalam menjalani hari. Mudah-mudahan berkah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1121 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels