Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://arif_wibowo.kotasantri.com
Bergabung
31 Maret 2009 pukul 05:16 WIB
Domisili
Klaten, Cirebon - Jawa Tengah, Jawa Barat
Pekerjaan
Karyawan Swasta
why_klt@yahoo.co.id
http://facebook.com/awwibowo
Tulisan Aw Lainnya
Kehidupan di Kamar yang Terlewatkan
25 Desember 2011 pukul 10:30 WIB
Cinta di Dalam Gelas Kosong
13 November 2011 pukul 10:00 WIB
Demam Rindu
24 Oktober 2011 pukul 11:30 WIB
Aku Mau!
2 Oktober 2011 pukul 10:00 WIB
Rindu
29 Agustus 2011 pukul 16:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 9 Januari 2012 pukul 12:00 WIB

Surat Kasih Untukmu, Flu

Penulis : Aw Wibowo

Hai, Flu. Gimana kabarmu? Moga sehat selalu. Kapan terakhir kamu berkunjung padaku? Hampir semusim berlalu. Sudah rindukah kamu? Kalau boleh tahu, seberapa dalam rindu yang kamu pendam untukku? Ah, kamu masih seperti dulu. Diam membisu. Menjawab sendiriku dalam sepiku.

Istirahatlah sejenak dalam badanku. Rebahkan sendi-sendi yang meleraikan lelahmu. Bagaimana tadi perjalananmu di kereta angin. Menyenangkankah? Inginku ikut menjadi kawan berceritamu. Setidaknya mengurangi jemu menunggu. Tetapi lain kali saja ya. Oh ya, mandilah dulu. Ambillah handuk di hidungku. Sesudah itu berbaringlah di tenggorokanku.

Maaf, mungkin aku tuan rumah yang pelit. Hanya memberikan ruang yang sempit. Berhimpit dengan debu dan kotor. Sejuk di ruangan yang sedikit. Hingga memaksamu keluar meleleh melorot menyentuh bibirku.

Jangan marah ya, bila kukatakan sesuatu. Janji!

Sejujurnya aku tak merindukanmu. Tidak pula ingin kamu bertamu meski sejenak saja. Ups, jangan tersinggung. Tahan tanganmu. Hempaskan nafas beratmu. Oke. Sudah?

Ada sesuatu kenapa aku harus menyurat untukmu. Meski terkadang aku membencimu. Tak tahu kenapa. Tapi hadirmu malam ini. Punya arti sendiri bagiku. Langkahmu terasa menguatkanku, bahwa sebenarnya aku ini teramat lemah. Lemah tubuh yang kau pinta, mengingatkanku kepada siapa aku punya. Ketidakberdayaan diriku, kamu mengabarkan bahwa hanya Ia tempat segala bergantung sesuatu.

Aku tahu kamu sayang padaku. Teramat cinta. Tak ingin pula kamu kehilangan diriku. Tapi ketahuilah, Flu. Cintailah apa yang kamu punya karena apa yang kamu cinta belum tentu kamu punya.

Flu, bila engkau sudi, bolehlah agak lama mampir di rumahku ini. Hmm, apa? Oh, maafkan minuman yang aku sajikan tadi. Tak bermaksud aku meracunimu. Tak pula aku berniat mengusirmu. Tenang, biar aku jelaskan. Itu tadi hanya sebentuk pilihan takdirku. Tentu juga kamu memahami.

Bila saat kepergianmu tiba. Bolehkah aku merindukanmu untuk sebuah masa?

“Hatchii…” jawabmu.

Baiklah, “Alhamdulillah.”

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aw Wibowo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Andree | Karyawan
Walaupun saya baru di KotaSantri.com, tapi saya sangat puas, karena penuh dengan ilmu agama, dan penggunaannya pun sederhana gak seperti yang lain, yang penuh dengan instruksi bahasa orang kafir, kasihan kan yang ingin ikut silaturrahmi tapi gak ngerti bahasanya seperti saya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1028 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels