Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://arif_wibowo.kotasantri.com
Bergabung
31 Maret 2009 pukul 05:16 WIB
Domisili
Klaten, Cirebon - Jawa Tengah, Jawa Barat
Pekerjaan
Karyawan Swasta
why_klt@yahoo.co.id
http://facebook.com/awwibowo
Tulisan Aw Lainnya
Aku Mau!
2 Oktober 2011 pukul 10:00 WIB
Rindu
29 Agustus 2011 pukul 16:00 WIB
Memberi adalah Mendapatkan Lebih
18 Agustus 2011 pukul 11:45 WIB
Tiga Malam
14 Agustus 2011 pukul 10:30 WIB
Terkenang
10 Agustus 2011 pukul 10:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 24 Oktober 2011 pukul 11:30 WIB

Demam Rindu

Penulis : Aw Wibowo

Wajah membeku, lidahku kelu. Entah kenapa tiba-tiba kau menyerangku saat aku sedikit mengingatmu. Dengan rasa yang sedemikian cepat menggelora. Memenuhi ruang dada. Menjalar cepat ke titik sukma. Mendesir aliran dalam raga. Lalu membuat aku demam; panas dan dingin. Tak berdaya. Hanya karena rindu ini kepadamu.

Mata menghampa. Tatapan kosong tersirat pada bisu dinding kamar. Bayangan khayalan berdesakan, berebutan, untuk mengatakan kenyataan. Bahwa berhari ini pikiranku tak juga pulang. Ia mengembara, mencoba menapak jejak langkahmu, menebak alur rindumu, juga menerka rasa yang bersarang, yang mungkin akan kau ungkapkan ketika aku datang.

Rindu ini senyata semakin menggebu. Seperti gulungan mendung yang menggantung di atap langit sore Jum'at itu. Kuresapi, anak air pun tak kuasa menanggung rindu untuk bertemu ibunda di samudera. Mengudara. Lalu aku tersenyum. Malu. Membayangkan wajahmu. Akankah rindumu juga seperti itu?

Entah bagaimana rindu ini berhasil mendamaikan jarak. Tiga ratus lima puluh kilo bukanlah bentangan yang dekat. Kau seakan menyemangatiku di setiap gerak, seolah mengatakan; bahwasannya bumi ini terlalu sayang bila tak kau maknai. Di setiap liuk pinggul pegunungan yang menjulang, di hembusan nafas kesegaran lautan nan lapang, di jemari pohon kian tinggi, di sepanjang sentuhan telapak aspal yang menghitam terbasuh sucinya hujan. Aku dapati, rindu tersenyum sipu ketika berceloteh tentang ini.

Katakanlah padaku kalau rindu ini benar mengelabui waktu. Tujuh jam duduk bersamamu. Mendengar ceritamu dari desahan angin malam. Melihat binar terang dari sorot mata yang kau tampakkan pada lampu penerang sepanjang jalan. Juga kejahilan tanganmu yang melempariku dengan hujan. Lalu kau terkikik, melihat wajahku ketakutan mendengar candamu dengan gelegar halilintar.

Ah, kau membuatku semakin merindumu.

Suka
Puspita , Nurfitri Rahmawati, Nurliyanti, dan cinta sejati menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aw Wibowo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

zaenudin | tutor
Memang Hebattt, bisa nambah ilmu juga sahabat.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1274 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels