HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://aishliz.kotasantri.com
Bergabung
8 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Matsudo - Chiba
Pekerjaan
Guru
http://aishliz.multiply.com
http://friendster.com/http://friendster.com/aishliz
Tulisan Lizsa Lainnya
Hmm... Sekedar Menjalani Talenta
5 April 2010 pukul 16:09 WIB
Anakku Sayang
24 Maret 2010 pukul 16:45 WIB
Menitipkan Cinta
18 Maret 2010 pukul 17:51 WIB
Episode Torehan Kisah
14 Maret 2010 pukul 18:30 WIB
Teguran Melalui Sebuah Jempol
11 Maret 2010 pukul 15:15 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 8 April 2010 pukul 18:22 WIB

Ketika Kau Pergi

Penulis : Lizsa Anggraeny

Seharusnya, minggu berharga adalah jeda waktu kita berbicara. Mengungkapkan tumpukan rasa yang tak sempat terungkap dalam selipan rutinitas harian. Tapi tidak untuk hari ini. Sebuah koper biru besar sudah penuh terisi. Selipan beberapa berkas kertas tampak tersembul di antara tumpukan kemeja tersusun rapi, gulungan dasi, beserta celana panjang licin.

Sebelum pergi, mari kita bicara sejenak tentang warna-warni, seperti minggu sebelumnya. Walau mungkin tak mampu mengungkap semuanya karena kejaran waktu.

"Surat wasiat ada di kotak putih, buka jika ada hal darurat," suara beratmu menghujam.

Dan aku hanya terdiam di pojokan, mengangguk dengan jawaban pelan. Menatap punggung belakangmu yang mulai menutup koper besar biru. Mengamati beberapa helaian putih yang mulai banyak tumbuh pada rambutmu. Sepuluh tahun meniti, kebahagiaan apa yang telah aku berikan untukmu? Dentuman hati bertanya dalam gagu.

"Cuma seminggu, lebih dua hari," tiba-tiba mata itu menatap dihiasai senyum.

Sebuah mata teduh yang kelihatan menua. Sedang aku tak berani menatap lama mata itu. Terlalu banyak keluh kesah yang sering aku tanggalkan di sana. Terlalu banyak kepenatan yang sering aku curahkan di sana. Mata yang tak biru namun selalu mampu menenangkan samudera gelisahku. Untuk berlabuh dalam kesetiaan.

Seminggu hanya sebentar. Tak seharusnya si cengeng menggelayuti rasa. Membayangkan ruangan sempit yang akan menjadi lapang dan kosong tanpa kehadirannya, sepi, sendiri. Ah, kenapa selalu ada sendu saat ia akan pergi.

Beningku ingin berbisik di telinganya, "Semoga Allah SWT melindungi di mana saja berada. Kehadiranmu semakin bermakna saat tak ada."

Narita, Minggu 2 Sept 2007

http://aishliz.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Lizsa Anggraeny sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Achmad Husaery | swasta
Alhamdulillah, dengan adanya KotaSantri.com kita bisa melakukan Introspeksi diri.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1473 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels