HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Santri
Sisminto
Karyawan
Tangerang
fieka azzahra
-
tegal
Dany Kurniawan
Swasta
Yogyakarta
Forum
Suara
Farhan : Jadilah untuk tenang..... Hanya diri ini dan tuhan yg akan selalu mengerti
Farhan : Apapun perkataanku, hanya untuk diriku.. yg lain hanya akan mendengar, walaupun itu kebaikan..
Farhan : Diriku kuat,, tapi tidak dari dalam.. :'(
Tulisan
Forum
Dialog Santri
Tanpa bermaksud membicarakan almarhum, apakah benar tindakan Mbah Marijan untuk berdiam diri di lokasi bencana merupakan tindakan bunuh diri?
27 Oktober 2010 pukul 15:33 WIB • 2235 Klik • 15 TanggapanSuka
dewi asriyani
waallahuallam....Hanya Allah yang Tau
27 Oktober 2010 pukul 15:47 WIB
Mujahid Alamaya
Sedangkan Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh untuk menghindari bencana.
27 Oktober 2010 pukul 16:10 WIB
Slamet Joni Raharjo
bismillah ..
sebelumnya mari bersama mendoakan beliau atas segala kebaikanya ,
ini adalah kisah yang baik untuk kita buat sebagai muhasabah
1. kematian itu hak alloh dalam keadaan apapun , jika sudah waktunya tidak ada yang bisa mengelaknya dan itu sudah digariskan bagaimana waktu dan bentuk serta caranya .
2. bahwa sudah saatnya kita kembalikan segalanya pada Alloh, krn Allohlah tempat segala keyakinan , karena ilmu dan kekuatan manusia adalah sangat kecil .. jika digunakan untuk melawan ilmunya Allloh
3. Allohlah dzat yang berhak atas kesombongan , manusia tdak mempunyai hak sedikitpun atas rasa sombong .
jika kita melihat almarhumah kita tidak tahu keadaan sebenarnya.. kematian sebenarnya ..informasi sampai pd telinga saya bahwa kata sri sultan "beliau almarhum sebenarnya akan turun dari gunung namun ijin untuk melakukan sholat maghrib dulu . namun tanpa disadari , pasukan - pasukan merah telah datang duluan" .
oleh karenanya sekali lagi sebagai bukti kecintaan kita sesama umat muslm selurhnya yg mengalami musibah merapi .. semoga Alloh mengampuni dosanya ..
wallohuta'ala alam bishowab ^_^
27 Oktober 2010 pukul 20:43 WIB
Kamaruddin
Keterangan yang dihimpun REPUBLIKA, jenasah Mbah Maridjan ditemukan dalam kondisi sujud di dalam kamarnya. Ia masih mengenakan baju batik, kopiah warna putih serta sarung. Diduga saat bencana wedhus gembel datang yang bersangkutan sedang shalat.
Kalau memang betul keterangan diatas......, artinya Mbah Marijan tidak bunuh diri....
ahh....! waallahuallam....Hanya Allah yang Tau
27 Oktober 2010 pukul 21:09 WIB
indri dwiputranti
wallohuta'ala alam bishowab.. yang jelas semoga mereka yang meninggal ketika mengemban amanah dalam bertugas mati dengan syahid.. amin..
28 Oktober 2010 pukul 07:20 WIB
Untuk memberikan tanggapan, silahkan login terlebih dahulu.
Nia | Guru
KotaSantri.com top dech. Artikelnya bagus-bagus banget, sangat menyentuh kalbuku sampe berurai air mata membacanya dan sarat dengan hikmah. Bukankah hikmah adalah milik para mukmin yang tercecer? So, buruan gabung.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.9974 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels