HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Perantara
21 Juni 2013 pukul 21:23 WIB
Yang berbeda harus tiada atau ditiadakan
14 Juni 2013 pukul 23:30 WIB
Tawa dan sedihnya dibayar.
14 Juni 2013 pukul 23:29 WIB
Semua fakir
14 Juni 2013 pukul 23:27 WIB
Membel kesederhanaan
14 Juni 2013 pukul 23:26 WIB
Catatan
Jum'at, 21 Juni 2013 pukul 21:32 WIB
Protes

Oleh Abdul Latief Sukyan

Semua prosedur telah dijalankannya, ia hanya seorang pemuda kampung yang mencoba mencari ilmu di sebuah pondok, ia bekerja sebagai petani harian agar dapat membiayai hidupnya di pondok tersebut, ia tetap tekun walaupun lelah kerja terkadang tidak dapat tertahankan. Tiga tahun dijalaninya menimba ilmu, menimba ketaatan kepada para guru, memperaktekkan kehidupan nyata dalam dunia santri yang serba sederhana dan akhirnya ia harus kembali ke kampung halamannya, karena harus membantu kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani.
Hari-hari di kampung halamannya dilalui antara sawah dan sebuah madrasah kecil yang berdiri diantara rimbunan pohon rambutan, sebuah madrasah yang dikelola oleh orang kampung, biaya madrasah itu berasal dari masyarakat dan untuk masyarakat.
Suatu hari setelah mengabdi di kampungnya sebagai guru madrasah dan guru ngaji, ia memutuskan untuk berangkat ke kota mencari kerja agar dapat memperbaiki perekonomian keluarganya, disana ia berkenalan dengan para pekerja yang juga sebagai aktifis.
Ada sebagian dari mereka yang selalu mengecam dan memprotes kebijakan pemerintah, pemuda kampung ini berinisiatif untuk mendoakan para pemimpin sebagai ganti dari protes dan demo yang kerap kali mengundang kerusakan dan kemacetan jalan.
Usulan itu didasarkan pada beberapa hal berikut ini : Bahwa Imam Ahmad pernah meriwayatkan dari Al Fudhail bin Iyadh berkata : "Andaikata aku mempunyai doa yang terkabulkan maka aku akan menggunakannya untuk mendoakan para pemimpin". Hal ini dapat diperjelas bahwa : kebaikan pemimpin akan berefek baik pada kebaikan rakyat, karenanya mendoakannya termasuk hal yang paling penting.
Ada juga riwayat dari Salman bahwa Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya Allah malu dari hamba-Nya, ketika ia mengangkat kedua tangannya (berdoa) kepada-Nya, lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong"
Begitulah usaha pencerahannya yang ia coba usulkan kepada para teman-temannya yang juga sebagai aktifis.
Pemuda kampung, berbicara dengan versi kampung dan mencoba menyelesaikan masalah dengan teori kampung
Protes ini dialamatkan kepada para pemimpin dengan cara sederhana yang berbentuk doa kebaikan.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Lina | staff adm
Subhanallah... Ingin sekali bisa bergabung, berbagi cerita, dan bertanya. Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0645 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels