|
Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Kemarin, tepatnya saat aku pulang dari masjid, ada pemuda sebangsa denganku mengucapkan salam : wa’alaikumussalam, sambil kami berjabatan tangan, lalu kami menghabiskan langkah kami sambil berdialog mengenai kekayaan dan kefakiran.
Pemuda tersebut, tinggal tidak jauh dari tempatku tinggal, di tengah perjalanan, temannya pun ikut hadir menemani obrolan kita, ia menceritakan mengenai kefakiran, begini pak ungkapnya memulai : proses kehidupan seseorang ini selalu fakir, dimulai dari kecil ia memerlukan kasih sayang kedua orang tuanya, masa sekolah dasar, ia membutuhkan bimbingan dan pendidikan dari gurunya, dan begitu selanjutnya hingga ia menyelesaikan sekolah tingginya.
Kita terus melangkah, menapaki jalanan yang dipenuhi pohon kurma yang mulai mengembang, udara yang sedikit panas tidak mengganggu temannya untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai kefakiran, setelah kuliahnya selesai, manusia akan mencari kerja karena ia membutuhkan pada biaya hidup, untuk dirinya, kedua orang tuanya atau untuk kegiatan dan keperluan hidupnya atau hidup orang lain yang ada di bawah tanggung jawabnya.
Dan begitu pula selanjutnya, setelah ia mendapatkan kerja, ia akan terus berlanjut pada kefakirannya pada seorang pendamping, yang akan turut membantunya dalam menyelesaikan urusan keduanya, seorang pendamping yang akan melahirkan generasi selanjutnya.
Tidak berhenti pada titik ini saja, ia terus dan terus akan merasakan fakir, bila diawal kerjanya gajinya hanya cukup untuk menghidupi dirinya, kini ia membutuhkan biaya untuk isterinya, maka ia berharap untuk mendapatkan gaji yang lebih besar.
Saya pikir tidak beda dengan pebisnis kaya, temanku ikut andil mengeluarkan pendapat, pemilik satu pabrik bercita-cita ingin memiliki dua, tiga pabrik lainnya atau bahkan lebih.
Sebelum kami berpisah, tepat di depan pintu rumahnya, aku berterima kasih kepada temannya temanku yang telah bersemangat untuk berbagi, berbagi nasehat mengenai kefakiran yang selalu dialami oleh manusia. Sebagai penutup, katanya : ingatkah kita akan sebuah ayat di dalam Al Quran yang artinya : “Wahai manusia! Kamulah yang (fakir) memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji” (Fathir 35 : 15)
Terima kasih ucapku tulus, sambil memeluk erat keduanya, lalu setiap kita disibukkan dengan urusannya masing-masing
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---