|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Musim panas ini, ia telah melengkapi 10 tahun menetap di Negara ini, tidak terasa ungkap Muhammad Haque. 8 bulan yang lalu, kami saling berkenalan, memang tidak ada obrolan resmi, kami hanya bertanya apa khabar setiap kali kami berjumpa. Tapi kali ini setelah kami menjalani shalat Jumat ia bertanya padaku : kawan, apakah kamu paham khutbah tadi ? tanyanya, sinar matanya tampak penasaran, karena bila aku paham khutbah Jumat, dan sementara aku baru menetap di Negara ini hanya 2 tahun yang lalu, maka ia akan merasa malu. Lalu aku mengangguk menandakan bahwa aku memang sangat paham dengan khutbah Jumat tadi, sambil aku menceritakan kesimpulan khutbah tersebut padanya.
Obrolan kami lanjutkan ke restaurant India yang hanya berjarak 20 langkah dari masjid, sesudah memesan 4 purata dan sayur ayam, kembali temanku menampakkan penasarannya : dari mana kau secepat itu dapat memahami bahasa Arab ? sambil menyantab makan siang ala negeri tuan Takur seadanya, aku menceritakan padanya bahwa aku memang sudah bisa bahasa Arab sejak aku datang dari negaraku. Aku mempelajarinya di madrasah, mempelajarinya di surau dan seterusnya, lanjutku agar lebih jelas dan agar tidak menyisakan rasa panasaran pada benaknya.
Aku memang terbiasa berbahasa arab, tapi ternyata bahasa arab harianku tidak mengangkatku menjadi memahami bahasa khutbah Jumat, bahasa koran, bahasa media massa lainnya, tampak sedih dari cara pengungkapannya.
Agar ia tidak merasa tertuduh atau merasa bersalah maka aku menceritakan dialogku dengan sahabatku penduduk local : bahasa Quran ini sangat lucu, kenapa tanyanya : kalian membaca koran dengan bahasa Quran, menyimak dan mendengar berita dengan bahasa resmi dan surat menyurat resmi dengan bahasa fasih, lalu kenapa yang keluar dari mulutmu justeru berbeda jauh dari bahasa itu ? temanku terkesima dan meminta maaf.
Setelah purata ludes kami santab dan teh susu sebagai penutup makan siang kami, lalu kami berpisah setelah dari tadi ia duduk terperangah mendengarkan penjelasanku.
Sambil bersalaman aku berkata : ini bukan salahmu
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---