Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Yang berbeda harus tiada atau ditiadakan
14 Juni 2013 pukul 23:30 WIB
Tawa dan sedihnya dibayar.
14 Juni 2013 pukul 23:29 WIB
Semua fakir
14 Juni 2013 pukul 23:27 WIB
Penampilan
14 Juni 2013 pukul 23:24 WIB
Ini bukan salahmu
14 Juni 2013 pukul 23:23 WIB
Catatan
Jum'at, 14 Juni 2013 pukul 23:26 WIB
Membel kesederhanaan

Oleh Abdul Latief Sukyan

Lumut yang nempel di pagar halaman rumah terlihat basah, tampaknya embun pagi belum mengering saat sinar matahari menembus rimbunan pepohonan, beberapa capung mulai beterbangan di atas pohon rambutan yang tertanam lurus dengan pojokan pagar. Anak-anak sekolah mulai berangkat melintasi jalanan yang teraspal tipis, ada keceriaan saat tawa mereka lepas menggema, sebuah tawa kemerdekaan. Di Sabtu pagi ini, masih ada semangat yang tersisa, seorang ibu menggoes sepeda ontelnya mengantar putri kesayangannya ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Ada pasangan suami isteri duduk di teras rumah sambil meminum teh, kursi bamboo hasil karya sang suami telah lama menemani perjalanan sejarah keduanya, sambil mencium cucunya yang sudah siap dengan sepatu putih yang baru dibelikannya sebulan yang lalu. Cucuku, tegurnya.. Jangan lupa untuk membaca doa, cucunya langsung membaca cepat doa yang telah lama dihapalkan di PAUD.
Suara gilingan padi bergerak mulai dihidupkan mesinnya, suara bisingnya mengusing ketentraman kampong, setelah melepas cucunya berangkat sekolah, kakek itu lansung bergegas mengganti pakaiannya lalu mengeluarkan kambing-kambing peliharaannya, barisan kambing yang berjalan di depan pemiliknya terasa menambah keaslian penghasilan penduduk kampong, sabar anakku : pemilik kambing itu berkata pada anaknya, setiap hari anaknya merengek agar dibelikan motor seperti teman sebayanya.
Anak itu baru naik kelas ke kelas 2 SMA, ia memang rajin setiap hari membantu mengembalakan kambing milik bapaknya, Pak Sukirman selalu mengajarkan anaknya : belilah keserhanaan anakku, bapak belum mampu membelikan motor impianmu, karena bapak juga tidak mau menjual sepetak tanah untuk kepentingan sementaramu, dari sepetak tanah itu kita mengais rezeki, embekan kambing tidak melunturkan Pak Sukirman untuk selalu menasehati anaknya.
Anggukan anak itu membuat Pak Sukirman puas, ia takut bila anaknya memaksa, subhanallah ungkapnya dalam.
Lalu lalang motor hasil dari menjual sepetak sawah atau hasil dari bekerja di luar negeri semakin banyak memenuhi kampong dan debu pun beterbangan

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Rahmad Syamsu W | mahasiswa
Heeebbatt.... Sesuai motto dari KSC, "menebar senyum merajut ukhwah", semoga KSC ini bermanfaat bagi kita semua ikhwan dan akhwat yang ingin merajut ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0498 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels