|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Ia termasuk golongan orang yang rajin, tidak pernah terlewatkan untuk menonton dengan serius acara sinetron yang bertajuk Tukang Bubur Naik Haji. Menikmati suasana sore ditemani kopi dan goreng pisang, terasa tambah nyaman mengikuti alur cerita sinetron tersebut.
Ada tangis, ada tawa, ada cerita kehidupan yang tercerminkan dalam acting bagus para artis kenamaan tersebut. Tapi ketika ada tangis dan acting yang menyebalkan, ia berkomentar : heran aku dengan perannya yang mengesalkan, sudah tahu salah tapi tetap menyalahkan pembantunya dan tidak mau minta maaf, disamping itu ia pura-pura menangis dihadapan suaminya ? hebat aktingnya mampu menyedot perasaan dan emosi orang yang menonton sinentron tersebut, tapi dengan bijak suaminya menegurnya dan mengajaknya bergurau : istriku, ungkapnya pelan dan penuh mesra, artis itu menangis dalam perannya, karena ia dibayar mahal ! sementara kekesalanmu hanya akan menambah ketidak nyamanan suasa nonton sore ini.
Angin yang berhembus keras membawa debu, menerpa jendela rumahnya dan pepohonan yang bergerak bergoyang, tidak membuat mengalihkan pandangan dari TV kesayangannya yang sudah dibeli 6 tahun yang lalu.
Terpikir dalam benaknya : tawa artis dan sedihnya saat acting dibayar, bila ini terjadi dalam dunia harian yang nyata, maka semua orang akan cepat menjadi kaya.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---