Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Protes
21 Juni 2013 pukul 21:32 WIB
Yang berbeda harus tiada atau ditiadakan
14 Juni 2013 pukul 23:30 WIB
Tawa dan sedihnya dibayar.
14 Juni 2013 pukul 23:29 WIB
Semua fakir
14 Juni 2013 pukul 23:27 WIB
Membel kesederhanaan
14 Juni 2013 pukul 23:26 WIB
Catatan
Jum'at, 21 Juni 2013 pukul 21:23 WIB
Perantara

Oleh Abdul Latief Sukyan


Keseharian seseorang dapat berbeda dengan keseharian orang lainnya, menjalani kehidupan di negeri rantau terkadang enak dari satu sisi keuangan, kenyamanan dan keamanan, terkadang pula kurang menyenangkan dari sisi bersosial dengan sesama tetangga.

Tapi tetangga termasuk dalam golongan orang yang baik dalam pandanganku, ia selalu memberi bantuan pada sesama, sering mengundangku dan keluargaku untuk makan siang, makan malam bahkan makan pagi. Pernah suatu hari aku mengutarakan ucapan terima kasihku dan keinginanku untuk mengetahui resep perbuatan baiknya pada sesama.

Senyum yang ramah selalu tampak dari bibirnya, dan sebelum menjawab pertanyaan ia selalu meminta maaf, begini dik : banyak orang mengira bahwa kami adalah orang baik, sering bersedekah, sering menolong sesama, sering mengundang makan tetangga, semua itu….
Ia menarik nafas dan terlihat wajahnya sedih, lalu melanjutkan dengan ucapannya yang terdengar dalam : semua yang kami berikan adalah perantara, ini adalah rezeki sesama yang mampir melalui perantara kami, maka kami harus segera menyalurkannya pada yang berhak, ada hak tetangga, ada hak isteri, ada hak anak, ada hak perjuangan dan selanjutnya. Dan kami selalu beristighfar ditakutkan ada rezeki orang lain yang masih tersangkut di kantong kami, di tabungan bank kami atau ada pada doa dan usaha kami.
Melanjutkan ucapannya ia mengajakku untuk meminum teh tubruk yang telah disediakan oleh isterinya : yang menerima pemberian ini, tentu jangan berkecil hati dan merasa rendah diri, karena apa ? ia harus bertambah syukur pada Allah, bahwa ia telah menerima rezeki bukan dari hasil keringatnya sendiri, kedua : hendaknya penerima rezeki perantara ini berjanji untuk memberikannya pada orang lain jika ia mempunyai rezeki lebih, mempunyai tenaga lebih atau minimal untuk melebihkan doa untuk sesamanya.
Suasana selepas makan siang bersama menjadi pembelajaran yang sangat berharga mengenai rezeki, dan terima kasih serta doaku ku ucapkan dalam hati hampir tidak pernah terputus.

Wassalam, ucapku dan ia mengantar kami ke depan pintu

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Dede Wahyudin | Karyawan Swasta
Syukron... Akhirnya saya bisa menemukan media penyejuk hati. Saya senang sekali. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan keislaman saya Aamiin. Keep istiqomah dan salam ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0549 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels