HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Kebahagian dalam pandangan berbeda
15 November 2012 pukul 11:02 WIB
Qana'ah
14 November 2012 pukul 09:33 WIB
Sang millionaire
13 November 2012 pukul 19:07 WIB
Saya tidak punya waktu
2 Oktober 2012 pukul 22:36 WIB
Melancong
18 Mei 2012 pukul 10:31 WIB
Catatan
Ahad, 2 Desember 2012 pukul 12:53 WIB
Kerangjang Arang

Oleh Abdul Latief Sukyan

Selepas shalat maghrib, di ufuk barat masih ada garis kemerahan dan belum sempat aku membuka dan mengajarkan anakku membaca Iqra’, tiba-tiba telponku berdiring, disana ada dua orang teman yang mau mampir ke rumah dan ingin menikmati kopi khas Malang. Suasana akrab begitu terasa saat kedua temanku berkisah mengenai pekerjaan dan kehidupan masing-masing, memang aku dan keduanya berbeda kebangsaan, teman pertama berasal dari Pakistan dan teman kedua berasal dari Iran, tapi dengan menggunakan bahasa setempat sehingga komunikasi tambah hangat, setelah menyeruput kopi yang disediakan oleh isteriku, temanku yang berkebangsaan Iran bercerita mengenai sebuah kisah pengaruh bacaan Quran, berikut kisah penuturannya :

Ada seorang kakek yang hidup di sebuah lahan pertanian bersama cucunya yang masih belia, setiap hari sang kakek bangun pagi-pagi dan duduk di bangku tua dihadapan dapurnya sambil membaca Quran, setiap kali sang cucu menyaksikan si kakek, ia bercita-cita untuk mencontoh tingkah baik kakeknya, karenanya ia selalu mengikuti dan mencontoh semua gerak-gerik kakeknya.
Pada satu kesempatan, sang cucu bertanya pada kakeknya : wahai kakekku, setiap kali aku berusaha membaca Quran seperti yang dilakukan kakek, akan tetapi setiap kali aku membaca Quran aku tidak memahami sedikitpun isinya, dan bila aku memahami sebagiannya, cepat terlupa pada setiap Quran selesai dibaca, lalu apa gunanya membaca Quran ?

Sang kakek yang sedang sibuk meletakkan arang di perapian, sambil menoleh pada sang cucu, kakek tersebut meletakkan arang di tangannya dan berujar : cucuku, bawalah satu keranjang arang kosong ini lalu berangkatlah ke sungai, kemudian bawalah kembali dan penuhilah dengan air.
Anak belia itu langsung beranjak dan menuruti perintah kakeknnya, tapi ia tercengang ketika semua air itu habis sebelum tiba kembali di rumahnya, menyaksikan hal itu sang kakek sambil tersenyum lalu ia berkata : kali berikutnya kau harus lebih cepat berlari menuju rumah wahai cucuku.

Ia mengulangi kembali dan mengikuti anjuran kakeknya, ia mencoba berlari dengan sekuat tenaga, akan tetapi airnya pun habis karena bocor, tidak sabar anak belia itu marah-marah dan berkata pada kakeknya ; ini tidak mungkin, bagaimana mungkin bisa membawa air dengan keranjang, sekarang aku akan ambil ember dan akan mengisi penuh air lalu membawanya untuk kakek


Aku tidak memintamu mengambil air dengan ember, ungkap kakek pelan
Tapi aku hanya memintamu mengambil air ke sungai dengan keranjang arang yang telah kosong ini.

Tampaknya kau tidak benar-benar berusaha cucuku, kemudian sang kakek keluar langsung mengawasi proses pengisian keranjang yang dilakukan oleh sang cucu. Sang cucu berkeyakinan bahwa hal ini merupakan proses pengisian keranjang yang sia-sia, akan tetapi ia ingin memperlihatkan pengalamannya pada sang kakek, kemudian ia memulai mengisi keranjang tersebut dan berlari cepat menuju kakeknya untuk memperlihatkan apa yang terjadi, sambil terengah-engah ia berkata ; tidakkah kau lihat wahai kakekku ? tidak ada gunanya kan….

Dengan menatapnya dalam-dalam sang kakek berkata : masih kau mengira pekerjaanmu tidak ada gunanya, cobalah kesini dan perhatikan keranjang tersebut, dengan penuh rasa penasaran anak belia itu melihat kembali kerangjang yang sudah berkali-kali direndamkan ke dalam air sungai, ternyata didapati sudah berubah, sekarang sudah tidak terkotori oleh hitamnya arang, kerangjang itu bersih dari luar dan dalam. Belum sirna keterkejutan sang cucu, kakeknya berujar menggurui ; ini tentu yang terjadi saat cucuku membaca Quran, terkadang banyak yang tidak dipahami atau sering lupa ayat-ayat yang telah dihapalkan, tapi ketika cucuku membaca maka sebenarnya telah terjadi perubahan dari luar dan dalam.

Setelah temanku menyudahi kisahnya, langsung ku tuang kembali kopi pada cangkir keduanya, kedua temanku terus berpindah pada topic pembicaraan lainnya, sementara aku terus mencerna kisah diatas, hingga pada akhirnya keduanya berpamitan pulang, karena sebentar lagi akan dikumandangkan adzan Isya’ dan aku harus bersiap-siap untuk menjadi imam, ungkap temanku menegaskan tugas mulyanya.

Silaturrahim yang menggembirakan karena aku mendapatkan kisah yang mengagumkan terima kasih, sambil aku antarkan keduanya ke pintu mobil mereka, dan wassalam.





Bagikan

--- 0 Komentar ---

Mumtahah Annisa | Ibu Rumah Tangga
Di sini tempatnya kalau ingin berdiskusi sama teman-teman yang asyik banget.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0997 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels