HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Qana'ah
14 November 2012 pukul 09:33 WIB
Sang millionaire
13 November 2012 pukul 19:07 WIB
Saya tidak punya waktu
2 Oktober 2012 pukul 22:36 WIB
Melancong
18 Mei 2012 pukul 10:31 WIB
Buah Apel dan Buah Amanah
15 Mei 2012 pukul 09:08 WIB
Catatan
Kamis, 15 November 2012 pukul 11:02 WIB
Kebahagian dalam pandangan berbeda

Oleh Abdul Latief Sukyan

Sebelum jam kerja berakhir, tiba-tiba ada email masuk, lalu aku sempatkan membacanya dalam waktu lima belas menit, sebuah email dari teman lamaku yang kembali bertemu melalui satu jaringan social. Ada sebuah rasa yang menyeruduk ke dalam nuraniku yang ada dari kisah berikut ini;
Kebahagiaan dalam pandangan manusia berbeda-beda ; dikisahkan ada seseorang ayah yang sangat kaya hendak mengajarkan anaknya nilai sebuah kenikmatan yang ada dihadapannya, dan ia ingin memperlihatkan bagaimana seorang fakir dapat hidup.
Lalu ia mengajak anaknya dalam sebuah perjalanan ke sebuah pedesaan terpencil, mereka menghabiskan waktunya di sana hampir 3 hari 3 malam, mereka menginap di gubuk seorang fakir yang hanya memiliki penghasilan dari sepetak sawahnya. Dalam perjalanan kembali ke rumahnya, sang ayah menanyakan anaknya : bagaimana perjalanan kita ?
Anaknya menjawab ; menakjubkan. Sudahkan kau melihat kehidupan seorang fakir ? tambah ayahnya. Tentu ayah, sambil terus membangun pertanyaan berikutnya sang ayah berkata ; coba ceritakan padaku pelajaran apa yang kau ambil dalam perjalanan ini wahai anakku ?
Sambil melihat pemandangan di sekitar jalan yang bergerak cepat mengikuti kendaraan yang ditumpanginya, sang anak menjawab ; wah wah wah, ternyata kita hanya punya satu anjing sementara orang fakir itu memiliki empat, kita memiliki satu kolam renang di tengah kebun kita, sementara dia memiliki sungai yang sangat panjang dan seakan tidak berujung. Hem, desahnya, sambil matanya menerawang ke langit memandangi pergerakan awan.
Kita membeli lampu-lampu untuk menerangi kebun kita, sementara dia memiliki bintang gemintang yang berkilauan di langit, halaman rumah kita hanya berujung pada kebun kita, sementara rumahnya tiada berpagar dan luas seluas hamparan padi di sekililing rumahnya. Air jernih dari sumur si fakir direguknya, airnya terasa manis di tenggorakannya, tapi sang anak terus melampiaskan jawabannya ; kita hanya mempunyai halaman kecil untuk hidup diatasnya, sementara si fakir itu mempunyai halaman yang tidak terbatas melampaui ladang-ladang, kita memiliki beberapa pembantu yang mengurus semua kebutuhan kita, sementara ia melakukan sendiri semua kegiatannya sambil dibantu oleh keikhlasan para tetangganya, kita membeli makanan, sementara ia makan dari hasil jerih payah cocok tanamnya, kita memiliki pagar tembok yang tinggi agar kita terlindungi, sementara ia memiliki tetangga dan teman yang saling melindunginya.
Sang ayah berdiam seribu kata mendengar jawaban anaknya yang panjang lebar atas satu pertanyaannya, lalu sebagai penutup kegembiraannya sang anak berkata ; terima kasih ayahku, karena kau telah memperlihatkan kepadaku betapa fakirnya kita ini.
Sebelum sempat aku membalas emailnya, ia sempat berpesan pada chattingnya ; bacalah dari kehidupan alammu, belum tentu hidupmu di kota besar akan membuatmu berjiwa besar. Walapun bukan tamparan tangan, tapi kata-katanya seakan menampar kesadaranku. Teringat sebuah pesan dari teman sekerjaku ; maunya hidup di desa tapi rezeki kota.
Sambil menutup computer kantorku, sementara akal dan semua ke-aku-anku berkiblat pada ucapan anak kecil dalam kisah diatas.
Terima kasih teman !

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Anna | Staff UPT Laboratorium
Subhanallah... KotaSantri.com isinya bagus, menarik, dan yang pasti banyak artikel-artikel yang menambah ilmu dan pengalaman.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0598 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels