|
HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Kata "Twit" berarti suara, suara burung, maka ketika Anda bertwit-twit itu berarti berkicau dengan bahasa burung, coba perhatikan lambang/logo lamannya yaitu burung biru kecil, dan siapa yang mempunyai account pada laman masyhur ini maka ia termasuk orang yang mampu berkicau –twitter-, laman ini mulai muncul dan langsung terkenal diawal tahun 2006 mulanya sebagai proyek penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Amerika Obvious yang tadinya tertutup untuk umum, akan tetapi setelah dipublikasi ke public pada Oktober 2006 secara resmi, sebagian orang menganggapnya bahwa ia merupakan laman untuk menulis catatan kecil, seseorang dapat mencatat setiap hal yang dilakukannya seketika, sebagai contoh : ketika Anda pergi ke sebuah restaurant tertentu atau pergi nonton film tertentu, Anda sedang dihadapan computer, maka cukup mengungkapkan yang ada dibenak Anda di twitter maka semua teman-teman Anda akan melihat itu dan bahkan mereka juga bisa ikut andil dalam perbincangan dan pembahasan.
Tidak ada batasan Anda menulis, batasan satu-satunya adalah jumlah karakter huruf yang tidak boleh melampaui 140 huruf pada setiap kali (twitter) dimana Anda dapat menjawab hanya satu masalah saja : Apa yang sedang Anda lakukan ? Dan dengan menulis maka setiap orang yang memperhatikan halaman Anda akan melihat seketika apa yang Anda tulis, ajaib memang. Laman ini bisa disamakan dengan facebook dan keduanya merupakan penemuan manusia yang tidak lebih bahaya dari mesin ketik dan computer, konsekuensi dari laman-laman social ini tidak dapat dibayangkan walaupun telah kita saksikan sebagian efek dalam kehidupan kita sehari-hari.
Bagi para pengamat revolusi-revolusi Arab yang sedang berlansung maka cukup mengabdatenya dengan facebook, hingga ada yang menamakan revolusi facebook, dan para pemuda yang menjatuhkan rezim Mesir dengan nama yang sama, walaupun revolusi Mesir sendiri pada kenyataannya telah melampaui teknologi komunikasi dengan segala prediksinya, ketika ada pemutusan jaringan telepon genggam manusia tetap turun ke jalan-jalan dan ke lapangan, mereka mengungkapkan kemarahan mereka, dan ketika berita-berita dari luar dibendung, maka banyak penduduk yang beralih menjadi contributor berita professional, bahkan ada sebagian yang membawa kamera di pundak mereka untuk menyiarkan langsung keseharian revolusi tersebut.
Sekarang teknologi telah menjadi pengusir pelaku criminal yang paling berbahaya, tampaknya ini seperti kisah nenek kita dahulu yang menceritakan kisah jin yang dapat memberitakan masa depan yang dihuni oleh jin melalui fiber yang dapat memindahkan suara, gambar dan gerak dari seantero dunia dalam sekejap mata seperti kisah Jin Sulaiman dalam kisah pemidahan kerajaan Balqis, sekarang kita berada dihadapan sebuah pencapaian teknologi yang maha dahsyat, kalau kita amati dengan teliti bahwa kita harus mampu menata kembali setiap kenyataan dalam kehidupan kita mulai dari cara berfikir kita sampai kepada mekanisme penanganan jabatan kita.
Teknologi telah menandatangani sebuah protocol kerja sama yang kuat dengan media massa yang bertujuan untuk mencapai tujuan social yang diharapkan dan diimpikan oleh khalayak, yaitu : pengawasan atas kerja petugas public, sekarang kita tidak perlu izin pengawas dan pengawasan agar memberitakan tentang penanggung jawab, menteri atau banyak lainnya, maka twitter, blackberry dan facebook akan memberikan Anda berita sebelum Anda memejamkan sebelah mata Anda, dan para twitter akan terus berusaha sekuat tenaga mentwitt untuk memperbaiki kondisi social, dan melancarkan propaganda terhadap para orang yang melampaui batas.
Masyarakat terus beranjak menyuarakan melalui teknologi super canggih, super penting dan super panas, akan tetapi sangat disayangkan masih banyak para petinggi yang masih berbincang-bincang via telepon konvensional dengan angka-angka dan tetap mempertahankan pemerintahannya yang telah rapuh seperti yang disiarkan melalui TV resmi mereka, mereka hidup diluar zaman dan seharusnya mereka beristirahat.
Jadi teringat sebuah bait lagu : Pak Tua sudahlah, hari menjelang maghrib Pak Tua ngantuk, istirahatlah di luar banyak angin…..
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---