|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Pernah saya berwudlu disebuah masjid di Abu Dhabi dengan menggunakan air yang sangat banyak, dan saya yakin kalau air tadi dibagikan kepada satu saf jamaah shalat maka air itu akan mencukupi mereka, kemudian saya menoleh ke kiri dan ke kanan ditempat wudlu tersebut, ternyata semua orang yang berwudlu sama dengan cara saya menggunakan air, air keluar dengan banyak, sebenarnya sedikit saja sudah mencukupi tujuan berwudlu, dan sisanya terbuang begitu saja ke jalur pembuangan air, hal itu sebenarnya tidak sengaja untuk berfoya-foya, akan tetapi mengalir saja dari kran yang tersystem saat kita menekannya.
Oleh karena itu saya tidak kaget dan tercengang saat saya membaca sebuah laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan air dan listrik Abu Dhabi yang menyatakan : bahwa penggunaan air per individu di Keemiran Abu Dhabi termasuk yang tertinggi di dunia, mengalahkan Amerika dan Singapore, dan saya juga tidak kaget apa yang dimuat dalam laporan tersebut bahwa jumlah air yang terbuang pertahunnya, 16% air yang terbuang di Abu Dhabi sementara negara yang ada musim hujannya seperti di Belanda hanya 2% dan 4.5% di Singapore. Dan masjid merupakan salah satu tempat pemborosan air, memang kerugiannya tidak seberapa dibanding dengan rumah hunian dan hotel, akan tetapi karena masjid mempunyai keistimewaan tersendiri dalam penerapan sunnah dan pengutaraan gambaran utama tentang kebudayaan seorang muslim yang harus menjaga dan melindungi nikmat dan milik public.
Masalah yang terjadi sebenarnya di beberapa masjid adalah sedikitnya pencerahan yang diberikan kepada para jamaah shalat, dan keminimalan pencerahan ini tidak dihadapi dengan adanya usaha-usaha aktif, dan hanya terfokus pada nasehat, ceramah dan khutbah yang tidak dipahami oleh kebanyakan pendengarnya, hingga tidak ada gunanya. Banyak kita mendengar mengenai prosedur baru yang akan diterapkan oleh instansi terkait mengenai ciri bangunan, dikatakan juga bahwa akan ada mekanisme untuk memberikan penerangan mengenai pemakaian air di masjid, mall dan fasilitas public lainnya, akan tetapi yang belum terjadi sampai sekarang adalah bahwa kran-kran air itu terus mengucurkan air dan terbuang dan pada laporan berikutnya sekitar 10 tahun mendatang akan melonjak pemborosan air tersebut.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---