HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Psikologi Diktator
21 Oktober 2011 pukul 14:15 WIB
Mereka membunuh wanita
17 Oktober 2011 pukul 09:22 WIB
Bill
16 Oktober 2011 pukul 23:58 WIB
Catatan
Ahad, 23 Oktober 2011 pukul 09:32 WIB
Kita dibuat bingung oleh tekhnologi

Oleh Abdul Latief Sukyan

Aplikasi dan tekhnologi telekomunikasi yang super cepat dan canggih membuat bingung kebanyakan orang terutama keluarga, terutama dalam keterkaitannya dengan hubungan social, setiap keluarga –termasuk anak-anak, remaja dan orang tua- menghabiskan perhatiannya terhadap tekhnologi yang terus berkembang ini, hingga terkadang kita terkagum melihat kemampuan anak kecil yang sangat lincah berinteraksi dengan tekhnologi ini, tekhnologi ini baik digunakan untuk telekomunikasi, game, usb, amusement atau computer yang super kecil dan tipis sekalipun, semua ini memenuhi dan menghuni rumah kita dan selalu ada digenggaman anak-anak kita, pasar-pasar dan mall-mall kita dipenuhi dengan berbagai merk tekhnologi ini yang menyebabkan kita bingung.


Kemudahan untuk mendapatkan mobile yang baru setiap enam bulan bahkan kurang, dan kemudahan untuk memiliki lebih dari satu computer baik berbentuk laptop, ipad dan terkadang satu remaja yang masih duduk dibangku sekolah smp dan sma sudah memiliki lebih dari satu mobile, hal ini sebetulnya jangan dianggap remeh, karena masalahnya adalah bukan pada teks agama seperti yang terdapat pada sebuah hadits : "Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya". Karena pengungkapan bentuk syukur tidak harus dengan bentuk seperti tersebut diatas tadi.


Kebingungan yang dimaksud pada alinea pertama diatas adalah ketidak pedulian terhadap kondisi dan suasana keluarga yang hangat dan damai didalam rumah-rumah kita disebabkan keterasingan yang disebabkan oleh tekhnologi ini terhadap para penggunanya, sehingga mereka selalu menginginkan keterasingan dengan makhluk baru tersebut berdialog melalui view kecil tersebut yang penuhi dengan angka-angka yang sangat kecil bahkan terkadang tidak terlihat jelas, akan tetapi mereka telah mendirikan sebuah dunia baru yang dipenuhi dengan chatting, pertemanan, tukar menukar informasi dan lelucon, dan bahkan berita politik yang sangat hangat sekalipun dan model YouTube yang menjadi dambaan para remaja.

Keterasingan ini membuat bingung keluarga karena mereka merasa berdosa dan jauh dari dunia anak-anak mereka, memang bukan tekhnologi yang menjadi penyebab satu-satunya perpecahan keluarga yang terjadi, akan tetapi ia menjadi factor utama yang sangat berpengaruh tentunya terhadap anak-anak kita, banyak kepala keluarga yang tidak mampu mencegah anak-anak mereka untuk tidak memilik tekhnologi ini yang sangat berkembang di masyarakat, bahkan mereka dalam satu waktu mampu mengganti dan membeli yang terbaru sekalipun, akan tetapi mereka sampai sekarang belum mampu mengatur penggunaannya dan membuat planning yang membatasi hubungan logis dengan alat ini, disana ada orang yang makan tetapi kedua matanya tidak terpisahkan dari BLACK BERRY, ada yang duduk santai dengan keluarga dan para sahabatnya akan tetapi sebenarnya mereka tidak bersama mereka sama sekali akan tetapi bersama orang lain yang sedang aktif chatting via Iphone, ada orang yang sedang berjalan-jalan di mall lalu bertabrakan dengan orang yang berlalu lalang karena jari jemarinya dan akalnya tertuju pada keypad mobile, bentuk surat menyurat seperti ini telah melahirkan sebuah bentuk yang buruk dan menghinakan hubungan, yang berdiri berdasarkan ketidak pedulian dengan orang lain dan tidak menghargai hadir mereka disisinya, terutama kedua orang tua dan keluarga di rumah, bersama berlalunya waktu maka penghalang semakin besar antara anggota keluarga, sementara hubungan dengan alat-alat itu dan para penggunanya semakin menguat dan melekat terkadang anak itu tidak mengetahui dengan siapa ia berbicara yang dilakukannya berjam-jam, dan disinilah tersembunyi bahaya tersebut.

Kita dibuat bingung oleh tekhnologi ini, dan kita belum siap untuk bingung karena kita adalah orang tua yang mengaku sudah matang dan paham, lalu bagaimana dengan anak-anak kecil dan para remaja, sesungguhnya mereka masih membutuhkan pembangunan kembali hubungan dan pemahaman mengenai makna dunia yang berada disekitar mereka, dan ini adalah kewajiban kita.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Nurudin | Swasta
Sekilas KSC memiliki apa yang dimiliki facebook yang membuat banyak orang 'kecanduan'. Tapi bila dicermati, facebook tidak memiliki apa yang dimiliki KSC. Maaf facebook, tak lama lagi aku akan meninggalkanmu, aku mendapatkan apa yang tak aku dapatkan darimu.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1485 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels