Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Sibuk
19 September 2013 pukul 23:56 WIB
Kebersamaan
19 September 2013 pukul 23:54 WIB
Investasi
19 September 2013 pukul 23:52 WIB
Bercocok tanam
12 Juli 2013 pukul 20:50 WIB
Penghalang
12 Juli 2013 pukul 20:32 WIB
Catatan
Ahad, 16 Oktober 2011 pukul 23:58 WIB
Bill

Oleh Abdul Latief Sukyan


Bill….
Dulu kita tidak pernah membayangkan bill bulanan atau bill langganan, tapi sekarang bill menjadi pikiran kebanyakan pelanggan dan individu yang hidup di negara ini, dulu hanya sebatas bill air dan listrik, disamping bill telpon rumah, dan kewajiban lainnya yang tidak lebih dari cicilan bank seperti pembayaran cicilan hutang pribadi atau cicilan mobil, sedangkan sekarang bill telah berubah menjadi gundah yang mengganggu pikiran kebanyakan orang bahkan mengejarnya dari tempat ke tempat dan dari detik ke detik.


Kewajiban, keperluan dan tuntutan kehidupan semakin beragam, bahkan bill semakin menumpuk satu diatas lainnya hingga bagaikan tumpukan buku lama yang berjilid-jilid, kegundahan juga menumpuk bersamaan dengannya hingga menjadi beban yang menyebabkan penyakit : tenakan darah, penyakit gula dan cholesterol, belum lagi bill Telekomunikasi tidak cukup satu bill atau dua, disana ada bill telepon rumah, bill mobile pribadi, mobile perusahaan, atau mobile simpanan, disamping bill black berry service, Iphone, Ipad, internet rumah, internet USB untuk laptop, dan saya tidak tahu bila disana ada bill-bill lain pada satu perusahaan Telekomunikasi saja.

Dan kalau kita berpindah dari bill Telekomunikasi, yang tidak mungkin kita hindari pada zaman serba cepat ini dan seakan-akan dunia ini menjadi sebuah perkampungan kecil, dan kita berpindah melihat sisi lain dalam kehidupan harian kita, seperti cicilan bank, dan kita tidak dapat berhenti pada satu cicilan saja, disana banyak cicilan dari cicilan pribadi, angsuran mobil, kredit rumah, installment kartu kredit, dan banyak orang yang mempunyai lebih satu kartu, bahkan sekarang cicilan sudah memasuki pintu pendidikan, dan semua itu menjadi beban diatas pundak keluarga, dan tidak seorangpun mampu lari dari beragam cicilan ini kecuali orang yang mendapatkan rahmat dari Allah.

Belum lagi kalau kita berpindah pada sisi kewajiban baru lainnya, seperti biaya parkir, biaya penggunaan jalan tol, ditambah lagi kewajiban untuk anggota keluarga, seperti biaya makan, minum, pakaian dan kebutuhan pribadi lainnya.


Masalahnya tidak terletak pada gaji dan seberapa besar pemasukan yang kita terima, pemasukan individu di negara ini termasuk pada level pemasukan yang tinggi, akan tetapi masalahnya terdapat pada gaya hidup yang berubah serta beragamnya tuntutan kehidupan, mungkin juga penyebab utamanya adalah cara pemasaran perdagangan yang semakin berkembang. Bank-bank, Telekomunikasi, mall-mall, program-program tv, toko-toko pengecer, festival dan kegiatan pemasaran lainnya telah menemukan cara jitu untuk menarik pelanggan dengan berbagai macam tawaran yang menggiurkan maka susah bagi pelanggan untuk lepas dari cengkraman mereka, mereka cukup mengeluarkan booklet mengenai "Cara mengkonsumsi" atau "Kesadaran Mengkonsumsi", mungkin kita butuh program-program penyadaran yang lebih dalam dan mendasar melalui institusi-institusi pendidikan, atau dengan menguatkan kembali peran media massa dibidang ini, disamping membatasi tawaran-tawaran beragam dari pihak terkait.


Dalam segala hal hendaknya bill-bill itu tidak menguasai pemikiran kita yang menyebabkan kita putus asa, masalah ini hanya membutuhkan pengaturan ulang mengenai badget bulanan setiap anggota keluarga.


Ahli kejiwaan menasehati agar tidak terlalu banyak memikirkan sisi negative setiap permasalahan, akan tetapi berkonsentrasi pada sisi positivenya, termasuk pada sisi positive adalah hendaknya kita mengingat bahwa kita sudah semakin dekat dengan pertandingan bola piala dunia, maka jangan lupa untuk memberbaharui dan membayar bill channel-channel olah raga kalian, karena bisa jadi pertandingan tersebut dapat menentramkan jiwa kalian dan dapat menghilangkan sebagian beban bill-bill yang mengganggu kalian.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Ibu Hafif | Ibu RT
Webnya www.kotasantri.com bagus euy.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0486 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels