|
Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |

Oleh Abdul Latief Sukyan
Mereka membunuh wanita
Anda mengetahui sebagaimana semua mengetahui, bahwa wanita dibunuh pada zaman Arab Jahiliyah, ia dibunuh saat masih bayi karena takut aib, pada kebudayaan India wanita dibunuh ketika suaminya meninggal, karena hayatnya tidak lagi penting setelah wafatnya, penduduk Cina membunuhnya setelah negara membatasi keturunan dengan satu anak saja, dan disebagian masyarakat ia dibunuh karena kasus kehormatan, balas dendam dan lainnya. Dalam sebuah study yang diterbitkan oleh UNICEF disebutkan bahwa kekerasan menimpa wanita hampir disemua tempat di dunia, diperbagai budaya, semua level social, semua tingkatan pendidikan, pemasukan, etnis dan umur, lalu siapakah yang melakukan tindakan kekerasan terhadap wanita ? dan kenapa ?
Laporan UNICEF menyatakan bahwa "Wanita merupakan korban keluarga mereka, mereka dibunuh dengan sengaja atau dengan sebab kurangnya perawatan kesehatan atau mereka dibunuh dengan sebab yang sangat sederhana karena mereka adalah wanita", adapun tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap wanita mencakup : pengguguran kandungan karena jenis kelamin janin, pemukulan, pencacatan, kurang gisi, ketidak mampuan mendapatkan pertolongan dokter dan pendidikan, prostitusi paksa dan perbudakan dan criminal kehormatan, sebagaimana terjadi sebagian negara. Semua kekerasan ini menyebabkan penyebaran penyakit yang mengerikan seperti AIDS diantara 14 juta wanita di dunia. Kekerasan ini memang telah dikenal di semua masyarakat dan didiamkan saja dengan berbagai alasan, sampai pada masa ditetapkannya undang-undang oleh beberapa negara yang menghukum setiap pelaku kekerasan terhadap wanita, termasuk didalmanya kekerasan keluarga (suami isteri). Walaupun demikian tetap saja kekerasan itu berlanjut dan diskriminasi tetap berlangsung walaupun berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya. Dan sementara lelaki tidak membutuhkan undang-undang untuk melindungi diri, kepribadian, kehormatan dan hak-haknya, maka wanita harus terus menuntut penerapan undang-undang untuk melindunginya dari semua bentuk kekerasan yang tidak terhingga yang dialamatkan kepadanya oleh keluarga, lelaki dan mekanisme pemikiran masyarakat !
Masyarakat –terutama Arab dan Islam- yang paling banyak membahas masalah hak asasi wanita, perlindungan wanita dan menghargainya yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar agama, etika dan undang-undang baik di media massa dan di institusi pendidikan, akan tetapi kebanyakan pembahasan tersebut hanya sekedar pembahasan, kekerasan yang dialami oleh jutaan wanita Arab masih menjadi bukti terbalik atas pembahasan diatas, dan kekerasan disini tidak hanya dengan pemukulan semata, akan tetapi lebih dari itu seperti berbentuk tidak memberikan hak-haknya, wanita yang hidup dijalanan, wanita yang tidak mendapatkan pekerjaan yang layak, hingga mereka terpaksa menjual diri mereka untuk mendapatkan sesuap nasi, sebetulnya mereka dibunuh seperti pembunuhan wanita yang terjadi di zaman jahiliyah Arab.
Apakah wanita juga ikut andil dalam kekerasan dan diskriminasi yang dialamatkan pada dirinya ? Apakah kedudukan laki-laki dan masyarakat pada tangga pendidikan dan perkembangan IT mempunyai hubungan yang sangat besar dalam kekerasan ini ? Apakah sebagian masyarakat mewarisi kekerasan terhadap wanita termasuk dalam bagian warisan tradisonal dan kemanusiaan pada umumnya yang terus berlangsung penerapannya, dan selanjutnya maka jalan keluar darinya atau menghapusnya merupakan hal yang mustahil, yang berarti bahwa kekerasan terhadap wanita adalah takdir ?
Tidak perlu diragukan bahwa perlakuan manusiawi didalam kelompok manusia (madani, negara, kampung dan kelompok) yaitu pada akhirnya merupakan budaya yang berdiri diatas standar yang berbeda-beda, budaya ini bisa berubah, berpengaruh dan mengarah sesuai dengan pengaruh media, pendidikan dan pengajaran social kemasyarakatan, karenanya program-program tv dan metode pendidikan yang baik dapat meluruskan etika public dalam perlakuannya terhadap wanita, dan dalam perlakuan wanita itu sendiri kepada dirinya, masyarakat dan hak-haknya, karena sesungguhnya masyarakat yang menjaga kehormatan anggotanya, memperhatikan kesehatan dan kejiwaan mereka, menghargai peran dan kontribusi mereka jauh dari apakah ia lelaki, wanita, besar atau kecil, masyarakat ini akan menjamin dirinya kehidupan yang lebih utama dan lebih kekal dan indah.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---