|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Orang yang paling bahagia dan paling tenang adalah orang yang meletakkan garis merah antara ia dan berhutang dari bank, walaupun ia mempunyai kesulitan financial, ia tetap menolak untuk pergi berhutang ke bank, berapapun besarnya hutang, dan sejauh mana kemampuannya untuk membayarnya, walaupun dalam waktu yang sangat singkat, karena ia yakin bahwa hutang adalah sebuah bentuk penghinaan disiang hari dan kegalauan dimalam hari.
Selanjutnya pihak bank tidak mampu membujuknya untuk sekedar menawarkan hutang yang melampaui 20 atau 30 kali gajinya, terutama bersamaan dengan adanya kenaikan gaji para pegawai negeri, ucapan yang pertama kali terdengar oleh pihak pegawai bank adalah : "saya tidak mau dan jangan berusaha menghubungi saya kembali", ungkapan ini membatalkan semua usaha iming-imingnya, pada waktu yang sama ia melindungi dirinya dari mimpi-mimpi indah serta kemudahan-kemudahan yang ada dihadapannya yang keesokan harinya akan berubah menjadi lorong dan gang gelap yang mengantarkannya pada musibah besar.
Orang paling bahagia adalah orang yang puas dan menolak membeli ikan di laut, dan ia yang tidak peduli dengan kata-kata manis serta angan-angan yang dihembuskan oleh sebagian orang mengenai ikan yang akan bertelur jutaan telur emas yang mampu menjaminnya untuk merubah jalur kehidupannya dan menyulapnya menjadi lebih indah, yang pada akhirnya sebetulnya ia sedang terjebak dan berlanjut pada hukuman dibalik terali besi serta masa depan yang tidak diketahui, terkadang disebabkan ketidak tahuan dan ketamakan untuk mendapatkan lebih dan lebih, semua itu adalah jalan termudah untuk membawa prahara yang akan menimpa sebuah keluarga yang hidup tentram dan damai.
File kepolisian, kejaksaan dan kehakiman dipenuhi dengan dipenuhi dengan kasus pemuda yang masih belia yang sedang duduk dibangku universitas, kemudian setelah ia lulus ia mendapatkan jabatan penting di sebuah department pemerintahan, sebenarnya ia pantas menjadi contoh dibidang kedisiplinan dalam bidang keilmuan dan cita-cita, hanya saja ia terjebak oleh ketamakan, kebodohan dan ketidak sadaran sebuah transaksi tipu daya yang membawanya kepada hutang besar yang kemudian tidak mampu dilunasinya bahkan oleh keluarganya sekalipun walaupun setelah habis menjual semua harta benda mereka.
Karena hutang yang terus menumpuk melebihi kemampuannya serta harta benda yang dimilikinya, dan sekarang semuanya jadi berantakan. Oleh karena itu kami berharap kepada pihak terkait untuk memperhatikan kondisi mereka serta kembali mereschedule hutang-hutang mereka dan memberikan kemudahan pembayaran kepada mereka, dan mudah-mudahan pihak terkait dapat mencegah bahaya yang lebih besar yaitu penjara dan masa depan yang tidak menentu disebabkan oleh ketamakan juga rayuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---