QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "
Alamat Akun
http://radinal.kotasantri.com
Bergabung
31 Oktober 2009 pukul 05:48 WIB
Domisili
Medan - Sumatera Utara
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Radinal Lainnya
Atas Nama Kebersamaan
22 September 2013 pukul 21:00 WIB
Asyik Menulis dan Menulis Asyik
20 September 2013 pukul 23:00 WIB
Mengapa (Wahyu Pertama) Membaca?
11 September 2013 pukul 23:00 WIB
Apa yang Ada dalam Pikiran Anda Tentang Menulis?
24 Agustus 2013 pukul 23:23 WIB
Diskusi: Kecil Peminat, Besar Manfaat
15 Agustus 2013 pukul 20:02 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 18 Oktober 2013 pukul 22:00 WIB

Teori itu Muncul setelah Ada Tulisan

Penulis : Radinal Mukhtar Harahap

Seorang teman ingin belajar mengenai cara membuat opini kepada saya. Lantas saya suruh menulis sesuka hatinya. Ia bingung, dan menyarankan kepada saya untuk menjelaskan tata cara membuat opini. Setelah saya menjelaskannya, ia mengaku semakin bingung untuk memulai menulis dari mana. Walhasil, sampai sekarang dia tidak menulis.

Begitulah. Begitu banyak orang yang mencari kiat-kiat kepenulisan. Mereka membeli buku berisi tata cara membuat karya tulis ilmiah, opini, artikel, cerpen, novel, maupun yang lain sebagainya. Mereka tidak menyadari bahwa kiat-kiat kepenulisan itu hanyalah kiat-kiat yang mempermudah bagi sebagian orang dan mempersulit bagi yang lainnya.

Ya, saya mengatakan bahwa kiat terkadang mempermudah dan tak jarang mempersulit. Karena buku-buku mengenai teori kepenulisan, kebanyakan disusun atas dasar pengalaman ataupun pengamatan banyak orang.

Terlepas dari kiat-kiat tersebut mempermudah atau mempersulit, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu asal muasal dari teori-teori tersebut.

Sebagaimana halnya ilmu-ilmu yang lain, teori menulispun muncul setelah adanya tulisan. Karena semua teori itu didasarkan pada apa yang ada pada tulisan. Tulisan fiksi misalnya, muncul setelah adanya pengamatan bahwa ada tulisan yang didasarkan kepada imajinasi, bukan kenyataan. Begitu juga teori-teori yang lain. Teori itu muncul setelah ada tulisan.

Artinya, tulisan adalah hal yang terpenting dalam dunia tulis-menulis. Dan tulisan hanya akan ada bila seseorang menulis. Sedangkan teori, itu muncul setelah ada tulisan.

Singkat kata, menulislah terlebih dahulu sesuka hatimu. Jangan hiraukan segala macam teori yang telah kamu baca dan terima. Teori itu setelah ada tulisan. Kamu selesaikan dahulu tulisanmu, berapa lembar pun, barulah kamu ambil teori tersebut untuk mempercantik dan memperbaiki tulisanmu. Jika demikian yang kamu lakukan, percayalah tulisan itu akan terus mengalir tanpa hambatan.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Radinal Mukhtar Harahap sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

fadhil | Mahasiswa
2 kata untuk situs ini, LUAR BIASA!!! Berharap bisa terus memberi manfaat pada para pengunjungnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2024
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1051 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels