Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
Santri
yeyen santi
swasta
palembang
ikhwan lampung
Staf Puskom Univ Lampung
Lampung Selatan
AHMAD ZAENI
SWASTA
CILACAP
Forum
Suara
Farhan : Jadilah untuk tenang..... Hanya diri ini dan tuhan yg akan selalu mengerti
Farhan : Apapun perkataanku, hanya untuk diriku.. yg lain hanya akan mendengar, walaupun itu kebaikan..
Farhan : Diriku kuat,, tapi tidak dari dalam.. :'(
Tulisan
Santripedia
Di Masjid

1. Berdo'a di saat pergi ke masjid. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu beliau menyebutkan : Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam apabila ia ke luar (rumah) pergi shalat (di masjid) berdo'a, "Allaahummaj'alfii qolbiii nuuraan wa fiilisaanii nuuraan, waj'alfii sam'ii nuuraan wa fii bashara nuuraan, waj'alminkhalfii nuuraan, wa min amaa mii nuuraan, waj'al min fauqii nuuraan, wa min tahtii nuuraan, allaahumma a'thinii nuuraan. (Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, dan cahaya pada lisanku, dan jadikanlah cahaya pada pendengaranku dan cahaya pada penglihatanku, dan jadikanlah cahaya dari belakangku, dan cahaya dari depanku, dan jadikanlah cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, anugerahilah aku cahaya).” (Muttafaq’alaih).

2. Berjalan menuju masjid untuk shalat dengan tenang dan khidmat. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, “Apabila shalat telah diiqamatkan, maka janganlah kamu datang menujunya dengan berlari, tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan. Maka apa (bagian shalat) yang kamu dapati ikutilah dan yang tertinggal sempurnakanlah. (Muttafaq’alaih).

3. Berdo'a disaat masuk dan ke luar masjid. Disunnatkan bagi orang yang masuk masjid mendahulukan kaki kanan, kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam lalu mengucapkan, "Allaahummaftahlii abwaaba rohmatika. (Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu).”

Dan bila keluar mendahulukan kaki kiri, lalu bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam kemudian membaca do'a. "Allaahumma innii as aluka min fadlika. (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon bagian dari karunia-Mu).” (HR. Muslim).

4. Disunnatkan melakukan shalat sunnah tahiyatul masjid bila telah masuk masjid. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Apabila seorang di antara kamu masuk masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk.” (Muttafaq alaih).

5. Dilarang berjual-beli dan mengumumkan barang hilang di dalam masjid. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Apabila kamu melihat orang yang menjual atau membeli sesuatu di dalam masjid, maka do'akanlah : “Semoga Allah tidak memberi keuntungan bagimu." Dan apabila kamu melihat orang yang mengumumkan barang hilang, maka do'akanlah : “Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu yang hilang." (HR. At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

6. Dilarang masuk ke masjid bagi orang yang makan bawang putih, bawang merah, atau orang yang badannya berbau tidak sedap. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, atau bawang daun, maka jangan sekali-kali mendekat ke masjid kami ini, karena malaikat merasa terganggu dari apa yang dengannya manusia terganggu." (HR. Muslim). Dan termasuk juga rokok dan bau lain yang tidak sedap yang keluar dari badan atau pakaian.

7. Dilarang ke luar dari masjid sesudah adzan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Apabila tukang adzan telah adzan, maka jangan ada seorang pun yang ke luar sebelum shalat." (HR. Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

8. Tidak lewat di depan orang yang sedang shalat, dan disunnatkan bagi orang yang shalat menaroh batas di depannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Kalau sekiranya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat itu mengetahui dosa perbuatannya, niscaya ia berdiri dari jarak empat puluh itu lebih baik baginya daripada lewat di depannya.” (Muttafaq alaih).

9. Tidak menjadikan masjid sebagai jalan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Janganlah kamu menjadikan masjid sebagai jalan, kecuali (sebagai tempat) untuk berdzikir dan shalat.” (HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh Al-Albani).

10. Tidak menyaringkan suara di dalam masjid dan tidak mengganggu orang-orang yang sedang shalat. Termasuk perbuatan mengganggu orang shalat adalah membiarkan Handphone anda dalam keadaan aktif di saat shalat.

11. Hendaknya wanita tidak memakai farfum atau berhias bila akan pergi ke masjid. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu (kaum wanita) ingin shalat di masjid, maka janganlah menyentuh farfum.” (HR. Muslim).

12. Orang yang junub, wanita haid, atau nifas tidak boleh masuk masjid. Allah berfirman, “(Dan jangan pula menghampiri masjid), sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. An-Nisa : 43).
`Aisyah Radhiallaahu anha meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda kepadanya, “Ambilkan buat saya kain alas dari masjid.” Aisyah menjawab, “Sesungguhnya aku haid?” Nabi bersabda, “Sesungguhnya haidmu bukan di tanganmu.” (HR. Muslim).

Sumber
alsofwah.or.id
Bagikan
Kontributor
Mujahid Alamaya
12 Oktober 2010 pukul 16:25 WIB

Dipersilahkan untuk menyebarkan artikel ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Wawan R | Pengajar
Senang banget berkunjung dan baca-baca KSC. Isinya bagus penuh inspirasi. Sukses selalu untuk KSC.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2890 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels