HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://dayat_nst.kotasantri.com
Bergabung
8 Maret 2009 pukul 21:55 WIB
Domisili
Deli Serdang - Sumatera Utara
Pekerjaan
Guru
Aku adalah orang yang sedang belajar membaca dan menulis, bekerja sebagai Staf Pengajar di Islamic International School Darul Ilmi Murni (IIS DIM) Medan dan MTs Muallimin UNIVA Medan.
Tulisan Rahmat Lainnya
Ibrahim bin Adham dan Bekas Budaknya
27 Maret 2012 pukul 17:00 WIB
Dua Cara Allah Mengabulkan Do'a
21 Maret 2012 pukul 12:00 WIB
Gonjang-Ganjing BBM
17 Maret 2012 pukul 13:13 WIB
Ternyata… Syukur itu Ada Kuncinya
29 Februari 2012 pukul 11:00 WIB
Surat Al-Kahfi; Surat untuk Mengoreksi Diri
8 Februari 2012 pukul 12:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 11 April 2012 pukul 15:00 WIB

Jangan Sepelekan Surat Al-Fatihah

Penulis : Rahmat Hidayat Nasution

Saat membaca judul di atas, barangkali, akan mengagetkan Anda. Bagaimana mungkin Ummul Qur’an disepelekan? Mana mungkin berani menyepelekan surat yang dibaca di setiap rakaat dalam shalat. Apalagi Rasulullah SAW bersabda, “Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca surat Al-Fatihah.” Lalu, apa sebenarnya maksud judul di atas?

Maksud judul di atas memang ihwal betapa remehnya kita dengan surat Al-Fatihah. Surat tersebut, memang, kita baca minimal 17 kali dalam sehari. Kecuali bagi wanita yang haid atau orang yang musafir yang menqashar shalatnya tentu jumlah Al-Fatihah yang dibacanya juga berkurang. Atau juga, orang yang masbuq shalat berjama'ah dan ia baru ikut berjama'ah di saat imam sedang ruku’.

Jujur, saya tidak sedang bergurau dalam menulis catatan ini. Dan perlu diingat, saya juga termasuk orang yang masih suka ‘menyepelekan’ surat Al-Fatihah. Karena itu, saya sengaja menulis ini agar mengingatkan diri sendiri dan pembaca untuk tidak lagi menyepelekan fatihatul kitab tersebut. Sekarang, saya ingin bertanya, ketika kita sakit apa biasanya yang pertama kali dilakukan? Segera minum obat ataukah membaca surat Al-Fatihah? Tak perlu melaporkan jawabannya kepada saya. Cukup simpan di hati dan segera baca hadits ini.

Diriwayatkan oleh imam Bukhari dari Abu Said al-Khudra RA, “Pada suatu hari kami bersama-sama dalam perjalanan lalu bermalam di sebuah kampung. Tiba-tiba datang seorang hamba sahaya perempuan dan berkata, “Kepala desa di sini sedang sakit dan tak seorang di antara kami yang dapat mengobatinya. Apakah ada di antara tuan-tuan yang dapat mengobatinya?” Salah seorang dari kami berdiri dan mengikuti hamba saya tersebut. Kami ketika itu tak menduga bahwa ia adalah seorang dukun yang dengan membaca mantera lalu pasiennya sembuh. Kepadanya diberikan hadiah 30 ekor kambing dan kepada kami disuguhkan susu. Ketika ia kembali kepada kami, “Mantera apa yang kamu baca tadi? Apakah kami memang seorang dukun?” Pria itu menjawab, “Tidak. Aku tidak membaca mantera, dan aku juga bukan seorang dukun. Yang kubaca ummul kitab (surat Al-Fatihah). Lalu kami katakan, “Peristiwa ini jangan diceritakan kepada siapapun, sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah SAW terlebih dahulu. Ketika mereka sampai di Madinah, kami langsung menemui Rasulullah dan menceritakan peristiwa tersebut. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Benar. Siapa yang tahu bahwa surat Al-Fatihah adalah obat, berilah hadiah kepadanya.”

Hadits ini juga diriwayatkan oleh imam Muslim. Malah ada tambahan riwayatnya, bahwa penyakit orang yang disembuhkan itu adalah karena sengatan binatang berbisa, dan yang menyembuhkannya adalah Said al-Khudri.

Barangkali kita masih meragukan riwayat tersebut, karena itu terjadi pada masa sahabat Rasulullah SAW. Namun ada kisah nyata yang juga melakukan demikian. Pelakunya masih hidup dan masih berketurunan Indonesia. Adalah Udo Yamin Efendi Majdi dalam bukunya “Quranic Quotient” memaparkan kisahnya yang mengobati penyakit demam adiknya dengan membacakan surat Al-Fatihah dan menyuruh adiknya meminum air putih usai ia membaca surat Al-Fatihah. Dan tak sampai berganti hari, panas adiknya turun dan adiknya kembali ceria kembali.

Pertanyaannya, kenapa surat Al-Fatihah bisa menyembuhkan? Bagi orang yang percaya bahwa Al-Qur'an bisa menyembuhkan, maka hal itu memang sangat mungkin terjadi. Plus, Allah SWT juga telah memaktubkan di dalam Al-Qur’an bahwa Al-Qur’an mampu menjadi obat, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim kecuai kerugian.” (QS. Al-Isra’ : 82).

Surat Al-Fatihah yang dijadikan obat bagi penyakit yang diderita tak akan berdampak apa-apa, apabila kita masih mengeluh akan sakit yang diderita. Tapi cobalah setelah membaca surat Al-Fatihah, kita bersyukur kepada Allah dan berusaha untuk berpikir bahwa kita dalam kondisi sehat wal afiat. Tetap berperilaku seperti dalam kondisi orang yang sehat. Bayangkan saja bahwa fisik kita sudah sembuh dari sakit. Insya Allah, surat Al-Fatihah yang dibaca mampu menjadi obat plus memasukkan keyakinan di alam bawah sadar, telah sembuh dan kondisi kita sehat wal afiat.

Sungguh tepat apa yang dikatakan Sandy Mac Gregor di dalam buku “Piece of Mind” bahwa dokter sejati adalah dokter yang ada di dalam diri. Sebagai muslim, selain meyakini bahwa Al-Qur’an mampu menjadi obat, juga meyakini dengan merubah cara berpikir, maka akan dapat mengubah kehidupan. Oleh sebab itu, sudah saatnya kita hanya ‘bergantung’ kepada Allah. Iringilah kehidupan kita dengan senantiasa bersyukur terhadap karunia Allah, bersabar dalam menjalani alur kehidupan, dan tetap melakukan pekerjaan dengan sebaik-baik pekerjaan.

Suka
apriadi, shalikan mohammad, dan yantie menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

fadhil | Mahasiswa
2 kata untuk situs ini, LUAR BIASA!!! Berharap bisa terus memberi manfaat pada para pengunjungnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1322 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels