Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://dayat_nst.kotasantri.com
Bergabung
8 Maret 2009 pukul 21:55 WIB
Domisili
Deli Serdang - Sumatera Utara
Pekerjaan
Guru
Aku adalah orang yang sedang belajar membaca dan menulis, bekerja sebagai Staf Pengajar di Islamic International School Darul Ilmi Murni (IIS DIM) Medan dan MTs Muallimin UNIVA Medan.
Tulisan Rahmat Lainnya
Dua Cara Allah Mengabulkan Do'a
21 Maret 2012 pukul 12:00 WIB
Gonjang-Ganjing BBM
17 Maret 2012 pukul 13:13 WIB
Ternyata… Syukur itu Ada Kuncinya
29 Februari 2012 pukul 11:00 WIB
Surat Al-Kahfi; Surat untuk Mengoreksi Diri
8 Februari 2012 pukul 12:30 WIB
Melanjutkan Perjuangan Umar Bin Khattab
4 Februari 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 27 Maret 2012 pukul 17:00 WIB

Ibrahim bin Adham dan Bekas Budaknya

Penulis : Rahmat Hidayat Nasution

Ada kisah Ibrahim bin Adham yang layak dijadikan contoh. Sebelum bertaubat, ia memiliki 72 budak. Ketika tobat dan kembali ke jalan Allah, dimerdekakannya semua budak-budaknya. Salah satu budaknya bertemu dengannya, tapi dalam kondisi mabuk minuman keras.

“Hai, tolong antarkan aku ke rumahku!”

“Ya!” kata Ibrahim bin Adham. Tapi Ibrahim bin Adham membawanya ke pekuburan.

Ketika pemabuk tadi tahu dia berada di pekuburan, ia memukul dan menghajar Ibrahim bin Adham dengan sekuat-kuatnya. “Sudah kukatakan bawa aku ke rumahku, tapi kau bawa aku ke kuburan.”

“Wahai manusia bodoh! Inilah rumah sesungguhnya. Rumah-rumah yang lain adalah kiasan belaka.”

Diambilnya cemeti yang ada di kuda Ibrahim bin Adham lalu dicambuknya Ibrahim bin Adham. Dalam setiap cambukan, Ibrahim bin Adham berdo'a, “Semoga Allah mengampunimu.”

Ketika seseorang melintas di pekuburan itu dan melihat apa yang tengah terjadi, dikatakannya kepada pemabuk tadi, “Hai, apa yang kau lakukan? Kau memukul tuan yang telah memerdekakanmu?”

Begitu mengetahuinya, pemabuk itu segera turun dari kudanya dan meminta maaf.

“Aku terima maafmu. Lupakanlah apa yang telah terjadi.”

“Wahai, tuan! Kuhajar dan kusiksa kau, sedangkan kau mendo'akan kebaikan bagiku. Setiap pukulan kau selalu berdo'a : Semoga Allah mengampunimu.”

“Bagaimana aku tak mendo'akan yang baik, karena perbuatan menghajar dan menyiksa yang kau lakukan kepadaku bisa mengantarkanku masuk surga.”

Luar biasa apa yang dilakukan Ibrahim bin AdHam. Ia mampu menahan sakit demi bisa masuk ke dalam surga. Ketika dizhalimi, ia tetap mendo'akannya dengan kebaikan. Perbuatan seperti ini layak ditiru. Ia melakukan apapun karena Allah. Sehingga ketika dizhalimi, ia tetap mendo'akan orang yang menzhaliminya dengan kebaikan.

Makanya, cukup pantas kita memasukkan do'a harian kita. “Ya Allah, Engkaulah yang Mahapantas dijadikan tujuan. Semoga hanya Engkau yang jadi tujuan setiap gerak langkahku di dunia ini, hingga aku pulang kepangkuan-Mu.”

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

rainbow | Karyawan Swasta
KSC makin keren sekarang, fitur-fiturnya udah kaya FB aja. ;)
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1030 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels