Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Benarkah Ia Wakil Rakyat?
21 November 2013 pukul 18:00 WIB
Berbagi Tanggung Jawab
15 November 2013 pukul 17:00 WIB
Berkaca pada Diri
9 November 2013 pukul 20:20 WIB
Hargai Kerja Keras Mereka
3 November 2013 pukul 19:19 WIB
Kembali kepada-Nya
28 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 27 November 2013 pukul 18:00 WIB

Menjaga Harga Diri

Penulis : Mujahid Alamaya

Pernah pada suatu hari, ketika saya dan seorang teman selesai makan siang, pemilik warung tidak memiliki uang recehan untuk kembalian. Saat itu, ia memberikan uang kembalian lebih 500 rupiah. Kebetulan saat itu giliran teman yang membayar dan saya akan menggantinya nanti.

Melihat sikap teman yang cuek ketika menerima uang kembalian, saya menegurnya supaya konfirmasi kepada pemilik kembalian, apakah 500 rupiah tersebut diikhlaskan atau bagaimana. Teman saya malah ngeyel dan menganggap enteng, "Biarkan saja, 500 rupiah ini."

Saya tetap bersikeras supaya teman saya tersebut konfirmasi kepada pemilik warung. Akhirnya teman sayapun konfirmasi dan kembali dengan sumringah. "Tuh kan, gak masalah katanya. Uang 500 rupiah saja jadi masalah," ujarnya datar tanpa menunjukkan rasa bersalah.

"Bukan. Bukan masalah 500 rupiah, tapi ini masalah harga diri. Lagi pula, 500 rupiah tersebut belum jelas statusnya, apakah telah menjadi milik kita atau malah menjadi utang." Siang itu saya beradu argumen dengan teman saya yang tak mau kalah dengan sikap dan pendiriannya.

Harga diri. Sekecil apapun permasalahan yang kita alami dan sikap yang kita lakukan, jangan sampai menjatuhkan harga diri. Apalagi jika sudah menyangkut perihal hak dan kewajiban. Jangan sampai hanya karena masalah kecil, seperti halnya uang 500 rupiah tersebut, harga diri kita jatuh.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

AMMAR Hi HABIB | Mahasiswa
Wadah inspiratif dan motivatif dalam hidup dan menjadi ruang untuk berekspresi.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1407 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels