Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Kembali kepada-Nya
28 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Ambil yang Baik, Buang yang Buruk
22 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Firasat
16 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Membangun Ekonomi Komunitas
10 Oktober 2013 pukul 19:19 WIB
Ridha Orangtua
4 Oktober 2013 pukul 19:19 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 3 November 2013 pukul 19:19 WIB

Hargai Kerja Keras Mereka

Penulis : Mujahid Alamaya

Suatu hari, ketika sedang bersantap siang di sebuah warung makan, datang seorang bapak tua menawarkan dagangannya. Ia memerlihatkan beberapa pernak-pernik yang terbuat dari kaca. "Tiga ribu lima ratus," katanya. Saya pastikan lagi berapa harganya, dan ia menjawab dengan jawaban yang sama.

Tanpa basa-basi, saya langsung merogoh saku dan membeli dua buah pernak-pernik serta memberikan uang kembalian untuknya. Teman saya yang dari tadi memerhatikan, nyeletuk pelan, "Kenapa gak ditawar? Kan lumayan tuh." Refleks saya jawab, "Gak punya perasaan ya? Pedagang dah tua gitu masih ditawar?"

Temanpun membeli pernak-pernik yang sama dan meminta saya untuk membayarkannya. Sama seperti sebelumnya, saya bayar dan memberikan uang kembalian untuk bapak tua itu. Setelah bapak tua itu beranjak, teman saya kembali nyeletuk pelan, "Harusnya kita dapat bonus. Kan dah beli empat. Lumayan kan gratis 1."

Lalu saya 'semprot' teman saya tersebut dengan ocehan. Intinya, daripada kita memberikan uang pada pengemis yang kerjanya hanya meminta-minta, lebih baik kita memberikan uang pada mereka yang bekerja keras, misalnya berdagang, dengan membeli dagangannya, walaupun sebenarnya kita tidak membutuhkan barang tersebut.

"Mmm... Ya, ya. Dengan begitu, berarti kita telah menghargai kerja kerasnya," jawab teman saya pelan.

Banyak saya temui bapak tua yang menjajakan barang dagangan di pinggir jalan atau menawarkan dari rumah ke rumah. Dan saya memang membiasakan untuk membeli sesuatu pada mereka yang bekerja keras dengan berdagang, sebagai bentuk penghargaan akan jerih payahnya dalam menjemput rezeki.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lina | staff adm
Subhanallah... Ingin sekali bisa bergabung, berbagi cerita, dan bertanya. Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1403 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels