HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Membangun Ekonomi Komunitas
10 Oktober 2013 pukul 19:19 WIB
Ridha Orangtua
4 Oktober 2013 pukul 19:19 WIB
Menahan Amarah
28 September 2013 pukul 19:00 WIB
Anda Sopan, Saya Segan
22 September 2013 pukul 20:00 WIB
Do'a Orang yang Dizalimi
16 September 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 16 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB

Firasat

Penulis : Mujahid Alamaya

Akhir September lalu, bapak saya masuk rumah sakit. Selain penyakit ginjal yang telah dideritanya sejak lama, bapak saya terdiagnosa menderita stroke. Penyakit tersebut baru menyerangnya beberapa hari sebelum masuk rumah sakit. Kebetulan saat itu saya sedang pulang ke Bandung, jadilah saya menungguinya di rumah sakit.

Tidak ada yang aneh ketika saya menungguinya. Namun lewat tengah malam hingga pagi hari, terkadang bapak mengucapkan kalimat-kalimat yang di luar nalar, seperti halnya orang mengigau. Berdasarkan pengalaman dan kisah dari orang lain, hal itu merupakan pertanda bahwa usia bapak tidak akan lama lagi. Wallahu a'lam.

Dua minggu kemudian, saya ada agenda ke luar pulau. Saat itu, saya bimbang dan ragu, antara pergi atau tidak. Saya khawatir, jika Allah SWT memanggil bapak ketika saya sedang berada di luar pulau. Setelah dipertimbangkan, saya tetap berangkat ke luar pulau karena sudah direncanakan sejak lama dan berdo'a semoga bapak baik-baik saja.

Satu hari sebelum saya berangkat dan juga ketika saya sedang di luar pulau, bapak menelepon saya lalu mengatakan bahwa kondisinya semakin membaik, dan beberapa hari lagi diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tenanglah saya saat itu. Kekhawatiran saya sirna. Dan sengaja, saya tidak memberitahukan posisi saya saat itu, takut menjadi beban pikiran bapak.

Tak disangka, malam ini, saya mendapat kabar bahwa bapak telah tiada. Tidak ada pertanda sama sekali, karena siang dan sore hari kondisi bapak baik-baik saja. Ada sesal dalam diri, tidak bisa bertemu dengan bapak untuk terakhir kalinya, padahal saya sudah mendapat firasat tersebut dan selalu menghantui saya setiap hari.

Kejadian tersebut memberikan cubitan dan bahkan tamparan bagi saya. Seharusnya, saya bisa peka dengan hal-hal atau kejadian yang merupakan pertanda, selama pertanda tersebut tidak bertentangan dengan syari'at, sebab bisa jadi pertanda tersebut merupakan salah satu bentuk petunjuk dari yang Mahakuasa untuk hamba-hamba-Nya agar kita makin siap dalam menjalani skenario-Nya.

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (Kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda." (QS. Al-Hijir : 75).

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fay Ahmed | Blogger
Senang sekali baca-baca di KotaSantri.com. Nambah pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1261 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels