|
HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Ahad, 22 September 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Dulu, ketika saya tinggal di Bandung dan sering menggunakan Angkot, saya sering melihat stiker di dalam Angkot yang bertuliskan "Anda Sopan, Kami Segan." Kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa jika kita sopan terhadap orang lain, maka orang lain akan segan pada kita.
Sayapun berusaha untuk mengamalkan kalimat tersebut. Apalagi setelah pindah dan bekerja di Jakarta, yang mana kehidupan di Jakarta terkenal keras. Di lingkungan sekitar tempat tinggal dan di tempat bekerja, saya selalu berusaha untuk mengamalkan kalimat tersebut setiap saat.
Hasilnya? Persis seperti kalimat tersebut. Sebagian besar tetangga dan rekan kerja bersikap lebih santun ketika berinteraksi dengan saya. Tapi ada juga mereka yang bersikap kurang santun. Mungkin karena sikap saya yang tidak berkenan atau mungkin wataknya mereka seperti itu.
Suatu ketika, ada salah seorang rekan kerja baru. Awalnya ia bersikap sopan kepada saya. Namun lama kelamaan, entah karena sudah merasa akrab atau apa, ia mulai kurang ajar kepada saya. Kadang ia memegang wajah dan mencolek muka saya seakan mengolok-olok anak kecil.
Awalnya sikap saya biasa saja. Namun karena makin hari makin kurang ajar dan menjengkelkan saya, maka saya mulai bersikap tegas melalui perkataan. Ia tak bergeming dengan perkataan saya. Lalu saya ambil tindakan lebih tegas lagi dengan perkataan dan perbuatan yang menohoknya.
Dampaknya? Selama beberapa hari sikapnya berubah dan seakan menghindar untuk bertemu maupun berkomunikasi dengan saya. Lambat laun, mungkin ia menyadari kesalahannya dan mulai bersikap lebih sopan dan santun ketika berinteraksi dengan saya.
Sepertinya ia sudah menyadari kalimat yang saya lontarkan saat itu, "Anda sopan, saya segan."
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.