|
QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
"
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Sabtu, 28 September 2013 pukul 19:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Suatu hari, saya membaca sebuah kisah hikmah tentang seorang anak yang menancapkan paku pada pohon. Inti dari kisah hikmah tersebut adalah, segala perbuatan tidak baik yang kita lakukan pada orang lain, akan membekas sampai kapanpun, kecuali ia sudah lupa sama sekali.
Salah satunya adalah amarah. Bisa dibilang, saya gampang sekali marah. Tapi bagi sebagian orang, bahkan mayoritas, tidak percaya jika saya bisa marah. Ketika saya marah, malah ditertawakan. Tapi ada juga beberapa orang yang memiliki sifat sensitif merasa tersakiti oleh amarah saya.
Pernah saya marah beberapa kali atas kesalahan yang ia lakukan. Rupanya, ia tidak terima dengan kemarahan saya. Dan karena ada kata-kata saya yang kasar, ia makin tidak terima. Berulang kali ia memaafkan saya, tapi berulang kali juga ia dimarahi oleh saya. Astaghfirullaah...
Iapun memberanikan diri untuk berterus terang pada saya. Ia mengatakan bahwa seribu kali saya menyakitinya, ia akan memaafkan saya tanpa diminta. Tapi kisah yang menyakitkan itu akan terus tersimpan dalam ingatannya, kecuali kisah itu terlupakan dengan sendirinya.
Kejadian tersebut masih terngiang dalam benak saya, dan menjadi pelajaran berharga supaya saya bisa menjadi lebih baik lagi dalam menahan dan mengendalikan amarah. Dengan menahan amarah, maka semuanya akan terkendali dan tidak ada lagi yang merasa tersakiti.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.