Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Firasat
16 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Membangun Ekonomi Komunitas
10 Oktober 2013 pukul 19:19 WIB
Ridha Orangtua
4 Oktober 2013 pukul 19:19 WIB
Menahan Amarah
28 September 2013 pukul 19:00 WIB
Anda Sopan, Saya Segan
22 September 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 22 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB

Ambil yang Baik, Buang yang Buruk

Penulis : Mujahid Alamaya

Beberapa waktu lalu, saya kembali bertandang ke Singapura. Kali ini saya berangkat bersama rekan-rekan yang salah satunya adalah non Muslim. Berpetualang di negeri Singa, membawa kesan tersendiri bagi saya dan juga rekan-rekan. Walaupun hanya 2 hari dan dirasa belum puas, kami memiliki kisah dan pengalaman masing-masing.

Dalam perjalanan pulang, rekan yang non Muslim tersebut mengobrol dengan saya. Ia terkagum-kagum dengan konsep yang diterapkan di Singapura. Di antaranya adalah pemetaan wilayah, fasilitas yang tersedia, peraturan yang diterapkan, dan kedisiplinan warganya.

Iapun berandai-andai, jika Indonesia bisa seperti Singapura. Ambil contoh kota besar seperti Jakarta dan Batam. Jika dibandingkan, kedua kota tersebut sangat bertolak belakang dan jauh berbeda dengan Singapura. Ia membanding-bandingkan semua hal yang ia lihat dan rasakan selama berpetualang di Singapura dengan kesehariannya.

Di akhir obrolan, ia menarik kesimpulan, "Tidak ada salahnya jika kita mau belajar dari Singapura dan mencontohnya. Ambil yang baik, dan buang yang buruk. Niscaya negara kita bisa lebih hebat dan unggul dari Singapura yang luas wilayahnya tidak lebih dari Batam."

Sayapun menganggukan kepala tanda setuju dengan pendapatnya. Kita sebagai muslim, memang bisa belajar dari siapapun, selama itu baik, bermanfaat, dan tentunya tidak melanggar syari'at yang ditetapkan oleh-Nya. Tiru hal-hal yang baik, dan buang hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lucasgoru | Karyawan Swasta
Allahu Akbar... Terus terang, KotaSantri.com lebih membuka mata hati saya tentang Islam.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1186 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels