|
HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
|
|
|
http://samuderaislam.blogspot.com |





Kamis, 4 Juli 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Eko Prasetyo
Sebagaimana diberitakan berbagai media elektronik dan media online, Ketua MPR Taufiq Kiemas meninggal dunia. Sejak 3 Juni lalu, suami Megawati Soekarnoputri tersebut dilaporkan sakit. Ia wafat dalam usia 70 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Tugas kenegaraan terakhir yang dilakukan Kiemas adalah kunjungan ke Ende, NTT, pada 1 Juni lalu dalam rangka peringatan Hari Pancasila. Ia sekaligus ikut meresmikan rumah pengasingan pertama Bung Karno di sana. Ia datang ke lokasi yang pernah menjadi tempat pembuangan itu bersama Wapres Boediono. Sebagaimana dilaporkan TV One, diduga ia mengalami kelelahan setelah melakukan kunjungan kerja sehingga kondisinya drop.
Ada catatan khusus terkait Kiemas. Pada Maret lalu, ia sempat memberikan buku terbarunya kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Hal ini mengingatkan saya pada kalimat motivasi yang diunggah oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi. Bunyinya, ”Menjadi penulis itu cara manusia untuk membeli umur yang jauh lebih panjang daripada yang diberikan kepadanya.”
Taufiq Kiemas memang sudah tiada, tapi pemikirannya yang ditulis dalam buku akan tetap dibaca orang. Bahkan mungkin sampai puluhan atau ratusan tahun mendatang. Tak salah jika Pramoedya Ananta Toer bilang bahwa menulis itu bekerja untuk keabadian.
http://samuderaislam.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.