HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
Alamat Akun
http://masekoprasetyo.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Editor Jawa Pos
Seorang pecandu berat wedang kopi, tapi antirokok. Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Pengagum berat kebesaran Allah ini hobi sepak bola dan melempar senyum. Pemuda yang doyan kacang ijo ini juga pegiat baca buku. Bergelut dengan naskah dan tata bahasa adalah tugasnya sehari-hari sebagai editor bahasa Jawa Pos.
http://samuderaislam.blogspot.com
Tulisan Eko Lainnya
Menulis to See the World
21 Juni 2013 pukul 23:00 WIB
Kasih Sayangnya Tak Terbeli
9 Juni 2013 pukul 09:00 WIB
Menangis yang Tidak Perlu
3 Juni 2013 pukul 08:00 WIB
Di Balik Antrean Solar
28 Mei 2013 pukul 20:20 WIB
Menulis Cepat dan Efektif
24 Mei 2013 pukul 22:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 4 Juli 2013 pukul 20:00 WIB

Taufiq Kiemas Tiada, tapi …

Penulis : Eko Prasetyo

Sebagaimana diberitakan berbagai media elektronik dan media online, Ketua MPR Taufiq Kiemas meninggal dunia. Sejak 3 Juni lalu, suami Megawati Soekarnoputri tersebut dilaporkan sakit. Ia wafat dalam usia 70 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Tugas kenegaraan terakhir yang dilakukan Kiemas adalah kunjungan ke Ende, NTT, pada 1 Juni lalu dalam rangka peringatan Hari Pancasila. Ia sekaligus ikut meresmikan rumah pengasingan pertama Bung Karno di sana. Ia datang ke lokasi yang pernah menjadi tempat pembuangan itu bersama Wapres Boediono. Sebagaimana dilaporkan TV One, diduga ia mengalami kelelahan setelah melakukan kunjungan kerja sehingga kondisinya drop.

Ada catatan khusus terkait Kiemas. Pada Maret lalu, ia sempat memberikan buku terbarunya kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Hal ini mengingatkan saya pada kalimat motivasi yang diunggah oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi. Bunyinya, ”Menjadi penulis itu cara manusia untuk membeli umur yang jauh lebih panjang daripada yang diberikan kepadanya.”

Taufiq Kiemas memang sudah tiada, tapi pemikirannya yang ditulis dalam buku akan tetap dibaca orang. Bahkan mungkin sampai puluhan atau ratusan tahun mendatang. Tak salah jika Pramoedya Ananta Toer bilang bahwa menulis itu bekerja untuk keabadian.

http://samuderaislam.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Akhmad Muhaimin Azzet | Penulis
Membaca-baca di KotaSantri.com, di samping memetik motivasi dan inspirasi, betapa terasa damai di dada. Sungguh. Beginilah bila akhlak mulia yang dijunjung dan dijaga. Alhamdulillah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1420 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels