HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://masekoprasetyo.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Editor Jawa Pos
Seorang pecandu berat wedang kopi, tapi antirokok. Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Pengagum berat kebesaran Allah ini hobi sepak bola dan melempar senyum. Pemuda yang doyan kacang ijo ini juga pegiat baca buku. Bergelut dengan naskah dan tata bahasa adalah tugasnya sehari-hari sebagai editor bahasa Jawa Pos.
http://samuderaislam.blogspot.com
Tulisan Eko Lainnya
Aam
22 Mei 2013 pukul 20:00 WIB
Firasat Ujay
16 Mei 2013 pukul 10:00 WIB
Berkah Komputer Bekas
10 Mei 2013 pukul 21:00 WIB
Aku Bersyukur Memilikimu
4 Mei 2013 pukul 08:00 WIB
Ketika Panglima Ditilang
28 April 2013 pukul 11:00 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 24 Mei 2013 pukul 22:00 WIB

Menulis Cepat dan Efektif

Penulis : Eko Prasetyo

Apakah seorang penulis profesional tidak butuh latihan menulis? Tentu saja butuh. Ibarat pedang, semakin diasah semakin tajam. Demikian pula menulis. Semakin sering berlatih, semakin mahir pula seseorang dalam meramu kata-kata.

Seorang guru pernah bertanya kepada saya, ”Bagaimana kiat membuat karya tulis ilmiah yang baik?” Saya hanya menyarankan yang bersangkutan untuk melatih membuat tulisan bebas, menulis feature. Sebab, tentu saja kita tidak bisa ujug-ujug membuat karya tulis ilmiah tanpa pernah berlatih menulis. Ini omong kosong.

Menulis bebas seperti membuat diari alias tulisan harian. Langkah yang paling mudah adalah mencatat kejadian-kejadian yang dianggap menarik pada hari itu. Tentu saja pengamatan menjadi penting. Dengan mengamati, kita bisa mengumpulkan banyak data-data untuk diuraikan atau disampaikan ke dalam tulisan.

Metode selanjutnya yang umum dipakai adalah membuat draf (outline). Untuk melahirkan sebuah artikel opini, misalnya, seseorang perlu membikin draf tulisan terlebih dahulu. Kegunaannya, angle (sudut pandang tulisan) yang telah disusun tidak melebar ke mana-mana.

Apabila sudah terbiasa membuat diari, tahapan berikutnya adalah berlatih menulis cepat dan efektif. Biasanya, teknik seperti ini hanya membutuhkan perangkat seperti smartphone, komputer, ataupun laptop. Tidak ada patokan baku soal panjang karangan. Yang penting, tulisan itu mampu memaparkan suatu peristiwa dengan baik, jernih, cermat, lugas, dan tuntas.

Tentang efektivitas, hal ini terkait dengan unsur kebahasaan. Biasanya, setelah ditulis, pengarang mesti membacanya. Kemudian, apabila dirasa kurang lengkap, ia bisa menulis ulang (re-writing). Setelah semua siap, tinggal dipublikasikan. Bisa di bog pribadi ataupun mailing list (milis).

Yang tak kalah penting adalah persiapan sebelum menulis. Saat menyusun tulisan ini, saya menyiapkan secangkir kopi tubruk dan ditemani lantunan iYou Tingting. Menulis selama 10 menit pun jadi menyenangkan. Sik asik, sik asik.

http://samuderaislam.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Dradjat | Pegawai
KotaSantri.com memang pas menjadi tempat mangkalnya para santri yang ingin mengikuti jejak nabinya. Semoga penulisan-penulisan di KotaSantri.com yang penuh keteledanan dan pelajaran adalah wajah kehidupan santri sebenarnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1057 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels