|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|
|
|
http://samuderaislam.blogspot.com |





Kamis, 16 Mei 2013 pukul 10:00 WIB
Penulis : Eko Prasetyo
Mendung bergelayut di langit Jakarta. Menyisakan kesedihan. Ahad siang, 22 Januari 2012, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, banjir darah. Seorang perempuan pengendara Daihatsu Xenia hitam dengan nopol B 2479 XI menabrak belasan pejalan kaki.
Akibatnya fatal. Sembilan korban meregang nyawa dan beberapa lainnya luka. Pagar pembatas jalan dan halte yang rusah parah menjadi saksi bisu peristiwa itu. Saksi mata memperkirakan, mobil itu melaju kencang, sekitar 80–100 km/jam sebelum menabrak sekitar 12 pejalan kaki.
Sang sopir diketahui bernama Afriani Susanti, 29. Semula ia mengaku rem blong. Namun, hasil tes mengatakan lain. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menegaskan, empat penumpang Xenia tersebut positif metametafitamine. ”Itu bisa ekstasi, bisa sabu,” tutur perwira dengan tiga melati di pundak itu kepada para wartawan. Kini hukuman berat menanti Afriani. Apalagi, ia diketahui tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan STNK fotokopian yang bukan miliknya.
Status "Pamitan" (sumber: kaskus.us)
All
Sebelum gue tutup mata gue .
gue mau minta maaf sama lLoe semua klo gue punya salah
gue takut allah tidak membuka mata gue lgi .
:)
Status Facebook di atas milik Ujay. Ditulis pada Jumat (20/1) pukul 2:48, atau dua hari sebelum ditabrak Xenia yang dikendarai Afriani. Ujay adalah salah satu korban kecelakaan maut di kawasan Tugu Tani tersebut.
Sebelum kejadian, dia bersama kawan-kawannya baru selesai bermain sepak bola di lapangan Monas. Ahad siang itu rupanya menjadi latihan sepak bola terakhir baginya. Malaikat maut keburut menjemput. Namun, Ujay seolah sudah sadar akan itu. Terbukti, dua hari sebelum maut datang, ia mengucapkan kata perpisahan. Inikah firasat kematian, wallahu ’alam. Kematian memang menjadi rahasia Allah. Setidaknya, peristiwa ini membawa banyak hikmah.
http://samuderaislam.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.