|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|
|
|
http://samuderaislam.blogspot.com |





Jum'at, 21 Juni 2013 pukul 23:00 WIB
Penulis : Eko Prasetyo
Pada 27 Januari 2013, saya bahagia karena bisa datang dalam launching buku Memoar Guru di Surabaya bersama nyonya. Kebetulan ia seorang guru sekolah dasar. Jadi, keikutsertaannya sangat pas lantaran kegiatan itu juga mengampanyekan Gerakan Guru Menulis yang dilakukan Ikatan Guru Indonesia (IGI).
Seusai acara, saya katakan bahwa aktivitas menulis tidak melulu terkait dengan persoalan materi. Misalnya, menulis KTI demi lulus sertifikasi dan dapat tunjangan profesi. Lebih dari itu, menulis memberikan side effect yang besar.
Misalnya, bertemu orang-orang terkenal, mendapat kawan baru, dan yang paling menyenangkan adalah berkunjung ke kota/kabupaten dengan segala kekhasan, keunikan, dan keindahannya.
Saya katakan kepadanya bahwa penulis perempuan seperti Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa bahkan bisa keliling dunia dari hobinya menulis. Mereka diundang untuk memberikan motivasi oleh komunitas menulis yang berada di Jerman, Hongkong, Taiwan, dan lain-lain. Asma juga bisa mengunjungi negara-negara yang ia inginkan dari pendapatannya sebagai penulis buku.
Mungkin semboyan TNI-AL "Join Navy to see the World" bisa ditiru untuk menyemangati para guru di Indonesia agar mau berbagi gagasan dan pengalaman mereka lewat menulis buku. Yakni, menulis to see the world.
Mustahil? Tergantung seberapa kuat niat, usaha, dan kerjanya. Namun, pernyataan Dahlan Iskan ini patut direnungkan, ”Tak ada yang tak mungkin!”
http://samuderaislam.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.