Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Belajar dari Singapura
13 Mei 2013 pukul 08:30 WIB
Pelajaran dari Bapak Penjual Sapu
7 Mei 2013 pukul 22:30 WIB
Lahan Dakwah
1 Mei 2013 pukul 22:00 WIB
Mengutamakan Allah SWT, Segalanya Dipermudah
25 April 2013 pukul 22:00 WIB
Mengembalikan Kepercayaan
19 April 2013 pukul 21:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 19 Mei 2013 pukul 09:00 WIB

Manisnya Persaudaraan

Penulis : Mujahid Alamaya

Berpetualang ke negeri orang di mana kaum muslim merupakan minoritas, memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Di antaranya adalah mengenai makanan halal dan masjid. Saya bersyukur bisa tinggal di Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Makanan halal dan masjid, mudah dijumpai di berbagai tempat.

Ketika berkunjung ke Thailand, saya terpaksa harus menahan lapar karena susah sekali menemukan makanan halal. Begitu juga ketika shalat, terpaksa menggabungkan shalat karena susahnya menemukan masjid maupun mushala. Untuk menemukan makanan halal maupun masjid, harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, karena tidak ada di lokasi yang saya tuju.

Ada beberapa kejadian yang berkesan ketika saya hendak shalat. Pertama, ketika saya hendak shalat di Bangkok. Berbekal peta GPS, saya berhasil menemukan sebuah masjid. Entah karena saya merupakan pendatang atau apapun itu, warga sekitar yang berada di masjid memberikan sambutan yang hangat. Mereka ramah sekali dalam berinteraksi dengan saya.

Kedua, ketika hendak shalat di Ayutthaya. Saat itu saya sedang makan di sebuah rumah makan muslim. Maksudnya menanyakan di mana lokasi masjid terdekat, ia malah mengajak saya ke rumahnya untuk shalat, karena di wilayah itu tidak ada masjid sama sekali. Jarak dari rumah makan ke rumahnya sekitar seratusan meter.

Dua kejadian tersebut merupakan bukti manisnya persaudaraan atas dasar keyakinan, yakni Islam. Walaupun saya dan mereka tidak saling mengenal dan baru bertemu pertama kali pada saat itu, namun atas dasar Islam dan insya Allah karena-Nya, interaksi di antara saya dan mereka tidak ada hambatan, karena pada hakikatnya saya dan mereka adalah saudara.

http://dekaes.com

Suka
Nisya Anisya menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Achmad Husaery | swasta
Alhamdulillah, dengan adanya KotaSantri.com kita bisa melakukan Introspeksi diri.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1071 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels