Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Menulis dengan Memaknai Keseharian Kita
12 April 2013 pukul 22:00 WIB
Menumbuhkan Disiplin Pribadi
9 April 2013 pukul 19:00 WIB
Kecil Namun Konsisten
3 April 2013 pukul 21:00 WIB
Takut Salah dan Takut Gagal
28 Maret 2013 pukul 10:00 WIB
Pelajaran dari Tukang Cukur Rambut
22 Maret 2013 pukul 10:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 15 April 2013 pukul 21:00 WIB

Berapa Sedekah Terbesar Anda?

Penulis : Arry Rahmawan

Tulisan ini bukan untuk pamer-pamer amalan, namun lebih ke arah untuk menginspirasi pembaca agar melakukan kebaikan yang bisa didapat di dalamnya. Pernahkah kita berpikir berapa uang yang kita habiskan untuk nonton film di bioskop? Pernahkah kita menghitung berapa uang yang sudah kita habiskan untuk belanja di mall? Pernahkah kita berpikir untuk menghitung berapa uang yang sudah habis digelontorkan untuk biaya kita liburan dan bersenang-senang?

Pertanyaan terakhir, berapa nominal terbesar sekali transaksi yang pernah Anda keluarkan untuk sedekah? Besarkah perbedaannya dibandingkan dengan apa yang kita belanjakan untuk keperluan kita sehari-hari?

Indonesia ini boleh jadi memiliki banyak orang kaya dan berkecukupan. Tetapi, Anda boleh survey nominal uang berapa yang paling banyak ada di kotak-kotak amal masjid. Saya yakin bukan nominal yang tertinggi. Justru malah mayoritas berada di nominal paling rendah.

Kita boleh jadi sangat yakin bahwa dengan bekerjalah kita bisa mendapatkan uang. Kita boleh jadi lebih percaya kepada manusia yang menjamin rezeki kita dibandingkan dengan Tuhan kita sendiri. Kita lebih percaya sedekah justru mengurangi harta yang kita miliki. Siapa yang mempercayai ayat berikut ini?

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkan itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb Mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaaan si penerima). Dan Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah : 261-263).

Saya punya sebuah kisah nyata yang saya alami sendiri. Dulu, sewaktu awal-awal mendirikan CerdasMulia Leadership and Training Center, saya memerlukan modal awal sekitar delapan juta rupiah. Waktu itu saya hanya memiliki sedikit uang dan bahkan untuk makanpun saya harus irit. Saya mencoba untuk mengamalkan surat Al-Baqarah tersebut, yaitu memasukkan Rp. 10.000 per hari di kotak amal masjid komplek rumah saya sambil berdo'a semoga Allah menggelontorkan saya peralatan yang saya perlukan sebagai modal awal.

Percaya tidak percaya, keajaibanpun mulai datang. Tawaran-tawaran mengisi pelatihan meningkat. Yang lebih luar biasa lagi adalah ternyata saya mendapatkan dana hibah sebesar Rp. 20.000.000 di minggu berikutnya. Benar-benar balasan yang sangat cepat sekali.

Semenjak itu, saya menjadi yakin bahwa jika kita ingin mendapatkan uang yang banyak, maka nafkahkanlah di jalan Allah dengan lebih banyak. Apabila dalam tuntunan diperintahkan 2,5%, bagaimana jika kemudian dinaikkan 10% dari pendapatan yang kita miliki saat ini? Bukankah itu justru malah semakin membuat rezeki kita berlimpah?

Jadi, berapa besar nominal yang pernah Anda sedekahkan bagi orang-orang yang memerlukan?

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Meyla Farid | Guru
Isinya sangat bagus dan bermanfaat. Site favoritku untuk saat ini. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2244 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels