HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Pelajaran dari Tukang Cukur Rambut
22 Maret 2013 pukul 10:00 WIB
Bekerja dengan Penuh Syukur
16 Maret 2013 pukul 11:00 WIB
Bagaimana Membuat Tulisan yang Baik?
15 Maret 2013 pukul 17:00 WIB
Beda Antara Kaya dan Terlihat Kaya
10 Maret 2013 pukul 08:00 WIB
Kecanduan Social Media
9 Maret 2013 pukul 16:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 28 Maret 2013 pukul 10:00 WIB

Takut Salah dan Takut Gagal

Penulis : Arry Rahmawan

Beberapa waktu lalu, saya sempat salah melakukan investasi dan mendapatkan kerugian mulai dari puluhan hingga ratusan US dollar. Pada waktu itu saya ingin mencoba untuk bermain dalam saham , namun karena belum memiliki ilmunya, saya terkena short run yang akhirnya saya kehilangan beberapa ratus dollar dalam sekejap. Waktu itu awal bermain saham adalah karena saya mengira bahwa itu mudah dan hasilnya memang bisa besar.

Kegagalan itu menyebabkan saya sedikit lebih berhati-hati dalam menyusun strategi untuk kesempatan berikutnya. Saya yakin bahwa setiap kesalahan dan kegagalan adalah belajar. Membuat kegagalan berarti kita akan menemukan sekurang-kurangnya sebuah cara yang lebih baik dari sebelumnya.

Saya jadi teringat sewaktu masa SMP dan SMA dulu. Kalau ada guru kita yang bertanya dan menyuruh kita untuk ke depan kelas mengerjakan soal, maka hampir tidak ada yang berani untuk mengacungkan tangan. Mungkin hanya 1 atau 2 orang saja. Begitu pula ketika misalnya ditanya, “Siapa yang bisa?” Hanya satu atau dua orang saja yang mengangkat tangan mereka.

Padahal, saya yakin, yang bisa, jauh lebih banyak daripada itu. Mengapa tidak mengacung? Takut salah dan takut gagal. Selama ini mungkin kita santai-santai saja, namun siapa tahu dalam setiap kesempatan yang datang kita selalu melewatkannya. Alasannya karena takut salah dan gagal.

Berapa sering kita melewatkan kesempatan untuk bisa diperbaiki dan meningkatkan mental kita agar bisa lebih tahan banting? Saya melihat bahwa teman-teman masa SMP saya yang berani untuk mengacung, berani maju ke depan kelas, dan berani untuk menerima kritik serta masukan, sekarang menjadi petinggi-petinggi organisasi di kampusnya. Atau minimal, menjadi orang yang berbeda dan diperhitungkan di kampusnya.

Ternyata dengan kita terbiasa untuk gagal, akan membuat mental kita menjadi lebih baik karena kita akan belajar bagaimana untuk tidak mengulangi hal yang sama. Apalagi jika kita berada dalam seminar-seminar, biasanya pembicara seminar seringkali menawarkan, “Apakah ada yang ingin maju ke depan dan sharing mimpinya?” Biasanya sedikit sekali yang berani melakukan itu. Padahal, dengan kita maju ke depan, kita bisa mendapatkan tambahan feedback agar kita bisa menjadi lebih baik lagi.

Kegagalan yang permanen adalah saat kita takut untuk mencoba karena kita sudah merasa gagal duluan.

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Anna Fathimah Zakaria | Staf Pengajar
Baru saya sadari, ternyata KotaSantri.com tidak saja memperluas silaturrahim saya dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia (dan mungkin juga luar Indonesia, insya Allah), tapi juga mendidik saya untuk berperilaku lebih baik dan lebih Islami lagi serta mengajarkan saya banyak pengetahuan. Subhanallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2435 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels