HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Curhat dengan Ibu
4 Maret 2013 pukul 13:00 WIB
Siapakah Sahabat Terbaik Kita?
26 Februari 2013 pukul 10:00 WIB
Menulis dengan Konsisten
22 Februari 2013 pukul 16:00 WIB
Makna Sebuah Kesuksesan
20 Februari 2013 pukul 10:00 WIB
Menjadi Orang Bermental Kaya
14 Februari 2013 pukul 13:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 9 Maret 2013 pukul 16:00 WIB

Kecanduan Social Media

Penulis : Arry Rahmawan

Saya geleng-geleng kepala melihat banyak sekali kanal social media yang terus-menerus bermunculan. Dulu mungkin kita mengenal hanya ada Friendster, lalu kemudian tergeser dengan kemunculan Facebook dengan fitur yang lebih mantap dan wah. Kemudian muncul lagi yang namany Twitter. Wah, ini juga menarik nih. Twitter itu lebih praktis dan lebih seru untuk update kondisi-kondisi aktual yang terjadi. Puluhan ribu akunpun kemudian muncul. Setelah itu tidak terhitung lagi deh yang muncul berikutnya: LinkedIn, Foursquare, Messenger, Google+, Instagram, Pinterest, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dengan bermunculannya akun-akun baru tersebut, tentu semakin tergoda kita untuk mencobanya. Apalagi Indonesia ini merupakan surganya para pengguna social media, banyak! Jadi kalau kita tidak ikutan, kita dianggap gak gaul! Nah, pertanyaannya berapa banyak waktu kita yang tersita dengan semakin banyaknya akun social media yang kita punya? Apakah memiliki akun itu membuat kita produktif atau justru membuat kita kecanduan social media?

Baru-baru ini ada sebuah rilis survey terhadap dampak bermunculannya social media bagi masyarakat.

TotalDUI.com merilis sebuah infografik tentang kecanduan media sosial. Dari riset dan survei yang mereka kerjakan terhadap sejumlah responden tentang media sosial, TotalDUI memperoleh beberapa fakta mencengangkan tentang hal ini.

Salah satunya adalah tentang penggunaan media sosial. 50% lebih responden mengaku bahwa mereka mengunjungi situs media sosial setiap hari. Sebagian besar dari mereka juga mengaku bahwa situs media sosial adalah hal yang positif sehingga mengunjunginya dengan frekuensi yang cukup tinggi bukanlah sebuah masalah. 50% di antara mereka, misalnya, mengatakan bahwa media sosial membantu mereka menemukan teman baru, sementara 30% lainnya mengaku bahwa dengan mengunjungi situs media sosial, mereka seperti sedang berinteraksi sosial seperti pada umumnya.

Di lain pihak, 4 dari 5 pelajar di Amerika mengaku tidak nyaman jika dalam sehari mereka terputus dari dunia media sosial. Banyak dari mereka juga tidak mampu untuk tidak menggunakan media sosial selama 24 jam penuh. Mereka mengaku merasa depresi, bingung, gelisah, panik, bahkan kesepian jika tidak memakai media sosial dalam sehari.

Hal lain yang mengejutkan adalah banyak responden yakin bahwa menahan diri untuk tidak mengirim pesan tweet itu jauh lebih susah daripada berhenti merokok atau mengonsumsi alkohol. Ini didasarkan pada fakta bahwa mengirim pesan tweet tidak membutuhkan biaya ekonomis sehingga rasanya sayang jika tidak mengirim pesan tweet dalam sehari. Sebagian dari mereka yang mengaku kecanduan media sosial juga kecanduan menggunakan gadget seperti ponsel atau laptop, karena keduanya menjadi sarana untuk terhubung ke media sosial.

Saya rasa hasil dari survey di atas tidak berbeda dengan apa yang kita alami sekarang. Kita begitu sulit untuk berbagi foto-foto kita di tempat-tempat yang tidak umum. Bahkan mungkin alasan kita untuk pergi ke luar negeri atau objek wisata tergeser hanya untuk sekedar mengambil foto dan meng-upload nya ke social media. Ada juga yang menggunakan social media untuk curhat masalah-masalah pribadi. Tidak terhitung lagi berapa banyak curahan-curahan hati yang justru menjadi sebuah status kontraproduktif karena orang-orang dapat menilai bahwa kejiwaan orang yang punya akun social media itu masih labil, belum dewasa, dan tidak bisa mengendalikan emosi. Atau ingin mengetahui kabar kerabat dan ‘kepo’ terhadap orang-orang dekat Anda? Tidak terasa 3 jam habis untuk keliling-keliling akun social media yang satu ke tempat yang lainnya.

Kecanduan social media menurut saya sudah tidak mungkin terelakkan. Namun kita punya dua pilihan: berbagi hal yang baik atau yang tidak penting. Berbagi hal-hal yang baik, seperti tulisan, status inspiratif, foto-foto yang menggugah jiwa dan memberi makna, dan hal-hal baik lainnya justru akan meningkatkan produktivitas kita dalam menggunakan social media. Apakah kita tidak sayang, memanfaatkan peluang hanya untuk narsis dan update status galau? Apakah kita ingin memulai berbagi hal yang bermanfaat agar manfaat yang kita berikan dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas?

Semua ada di tangan Anda. Hidup kita dikatakan hebat bukan hanya karena kita sudah melakukan hal-hal hebat, namun juga kita mampu menghebatkan orang-orang di sekitar kita melalui manfaat yang kita berikan. Bukankah begitu?

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mumtahah Annisa | Ibu Rumah Tangga
Di sini tempatnya kalau ingin berdiskusi sama teman-teman yang asyik banget.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3070 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels