|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|
|
|
http://arryrahmawan.net |
|
contact@arryrahmawan.net |
|
arry.rahmawan@gmail.com |
|
|
arry_tiui09 |
|
arry.rahmawan@windowslive.com |
|
arry.rahmawan@gmail.com |
|
http://twitter.com/arryrahmawan |





Rabu, 3 April 2013 pukul 21:00 WIB
Penulis : Arry Rahmawan
Saya selalu kangen dengan ajakan ayah saya di setiap waktu maghrib dan isya tiba, yaitu ajakan untuk ke masjid. Selalu, kalau bisa dibilang tidak ada halangan yang mendesak, ayah akan selalu mengajak anak laki-lakinya, dan tentu saja mencontohkan selama bertahun-tahun, untuk melaksanakan shalat jama'ah di masjid yang memiliki ganjaran pahala 27 derajat.
Bagi saya, ayah merupakan seorang yang saya kagumi dan teladan dalam hidup saya. Mungkin, ilmu ayah tentang agama Islam tidak seberapa dibandingkan dengan ustadz dan pemuka agama lainnya. Namun, semangat untuk melaksanakan apa yang ayah ketahui, tidak ada yang bisa memadamkan. Biarpun terhitung kecil, namun konsisten.
Kadang kita terus-menerus mengejar gelar agar mendapatkan predikat sebagai orang yang pintar, cerdas, dan berilmu. Namun dari ayahlah saya belajar bahwa sesungguhnya orang yang berilmu adalah mereka yang mampu mengamalkan ilmunya, yang walaupun dilakukan sedikit demi sedikit, namun konsisten. Inilah yang kemudian menjadikan amalan utama bagi orang-orang yang berilmu.
Berapa orang yang tahu bahwa shalat subuh di masjid adalah wajib? Berapa orang yang tahu bahwa shalat tahajud itu memiliki pahala yang sangat luar biasa besar bahkan bisa mengabulkan doa-doa orang yang melaksanakannya. Begitu pula dengan banyak ilmu yang lainnya. Pertanyaannya, berapa dari mereka yang melaksanakan pengetahuan mereka tersebut?
Memang ternyata ada perbedaan besar antara ‘tahu’ dengan ‘paham’. Banyak orang yang tahu bahwa shalat di masjid berjama'ah itu memiliki ganjaran 27 derajat lebih besar. Namun, hanya sedikit dari mereka yang memahami dan bersedia melaksanakannya.
Dari sinilah kemudian saya paham mengapa amalan yang konsisten itu mampu mengalahkan amalan besar yang dilakukan sekali-sekali. Justru dengan amalan-amalan yang kecil itulah, jika dilakukan dengan konsisten dapat menggantikan amalan-amalan besar yang bisa jadi rumit dan sulit untuk melakukannya.
Jadi, amalan apa yang Anda bisa lakukan? Walaupun itu kecil, namun jika dilakukan dengan konsisten, insya Allah akan menjadi amalan unggulan Anda saat pulang ke akhirat kelak.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.