|
Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
|
|
|
http://samuderaislam.blogspot.com |





Sabtu, 30 Maret 2013 pukul 08:00 WIB
Penulis : Eko Prasetyo
Pernahkah Anda merasa bahwa Tuhan itu tidak adil? Misalnya, Anda berdoa dan doa tersebut tidak terkabul. Terkadang ada orang yang marah hanya karena doa atau harapannya tidak dikabulkan oleh Tuhan.
Kini buanglah jauh-jauh dugaan seperti itu. Sebagai muslim, saya selalu percaya dan yakin bahwa setiap doa itu akan dikabulkan oleh-Nya. Hal ini sesuai dengan janjinya, ”Mintalah kepada-Ku niscaya Ku-perkenankan bagimu.” (QS. Al-Mukmin : 60). Namun, berdoa itu tidak bisa serampangan atau disalahgunakan untuk hal yang tidak baik. Ada adabnya.
Saya menukil pengalaman seseorang yang sempat kecewa karena gagal berangkat ke kampung halamannya di Manado dari Surabaya. Sedianya ia dijadwalkan berangkat pada 1 Januari 2007 dengan maskapai Adam Air. Mendadak ia batal berangkat karena sesuatu hal. Baru keesokan hari ia dapat jadwal penerbangan. Ia sempat menggerutu dengan menyalahkan Tuhan. Sebab, keinginannya untuk liburan Tahun Baru di kampung halaman urung terwujud.
Namun, sore hari tiba-tiba banyak media yang mengekspos berita hilangnya pesawat Adam Air di sekitar Selat Majene, Sulawesi. Kisah ini sangat menyita perhatian khalayak karena pencariannya dilakukan sampai satu bulan! Akhirnya, pada 27 dan 28 Agustus 2007, dua black box Adam Air dapat diangkat dari dasar laut.
Tentu saja orang tadi terkesiap. Bibirnya kelu. Tanpa sadar ia bersyukur tidak jadi naik pesawat yang bakal mengalami musibah tersebut. Ia menyesal karena telah menyalahkan Tuhan.
Ada sebuah kalimat yang sangat terkenal, ”Rencana Tuhan itu indah.” Ya, kita sudah selayaknya berpikir positif akan segala sesuatu yang dialami, tak terkecuali ketika menerima musibah atau sesuatu yang jauh dari harapan. Sebab, bisa jadi hal tersebut membawa hikmah.
So, bersyukur akan segala sesuatu yang kita alami adalah hal terbaik. Bahkan, dengan bersyukur saja, nikmat itu akan bertambah berlipat-lipat. Percayalah. Sebab, ini adalah janji-Nya dan Sang Mahabenar tak pernah ingkar janji.
http://samuderaislam.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.