Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Alamat Akun
http://masekoprasetyo.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Editor Jawa Pos
Seorang pecandu berat wedang kopi, tapi antirokok. Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Pengagum berat kebesaran Allah ini hobi sepak bola dan melempar senyum. Pemuda yang doyan kacang ijo ini juga pegiat baca buku. Bergelut dengan naskah dan tata bahasa adalah tugasnya sehari-hari sebagai editor bahasa Jawa Pos.
http://samuderaislam.blogspot.com
Tulisan Eko Lainnya
Buang Kata ”Tak Bisa”
18 Maret 2013 pukul 08:00 WIB
365 Hari = 1 Buku
1 Maret 2013 pukul 16:00 WIB
Ungu
13 Februari 2013 pukul 18:00 WIB
Emas di Tangan Penulis
1 Februari 2013 pukul 20:00 WIB
Inspirasi
4 Januari 2013 pukul 17:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 24 Maret 2013 pukul 20:00 WIB

Kasih Sayang yang Sesungguhnya

Penulis : Eko Prasetyo

Saya menyimak dengan tabik reportase di TV tentang meningkatnya omzet penjual bunga mawar dan cokelat. Hal ini terkait dengan momen Valentine Day yang entah sejak kapan diperingati tiap 14 Februari itu.

Momen inilah yang tiap tahun ditunggu-tunggu kawula muda untuk memahat tugu cinta mereka. Saya ragu apakah mereka tahu sejarah dan mitos yang ada di balik sesuatu yang biasa disebut hari kasih sayang tersebut.

Namun, saya coba mengalihkan sejenak berita-berita seputar Valentine Day. Emosi saya diaduk-aduk kala melihat tersangka kasus penjualan bayi di layar kaca. Kasus ini memang sedang hangat di Indonesia.

Modusnya, pelaku mendatangi ibu yang mengandung besar dan miskin. Ia menawarkan untuk membiayai proses persalinan sekaligus mengutarakan untuk mengadopsi si bayi. Setelah mangsa masuk perangkap, bayi itu ternyata dijual lewat sindikat yang bahkan melibatkan jaringan internasional.

Ada bayi yang dijual ke luar negeri, lengkap dengan akta kelahiran dan paspor yang tentunya palsu. Harganya bervariasi, mulai Rp 40 juta – Rp 80 juta. Ini sangat bergantung pada kondisi fisik sang bayi. Yang menyedihkan, bahkan orang jahat yang sengaja memperjualbelikan organ bayi.

Mereka adalah orang-orang yang tidak hanya biadap, tapi juga tak punya hati nurani. Mereka tidak tahu apa itu kasih sayang. Padahal, setiap manusia di dunia ini dilahirkan dalam suasana kasih sayang.

Hati saya ikut mosak-masik ketika melihat seorang ibu yang anak balitanya tewas akibat tenggelam di sungai saat bermain bersama temannya. Saya bisa memahami suasana kesedihan tersebut. Sebab, kasih sayang seorang ibu itu sangat besar, betul-betul sangat besar. Apalagi, dialah yang melahirkan sang buah hati.

Itu pula yang saya lihat di rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Saya disuguhi adegan kasih sayang yang sesungguhnya. Di ruang bersalin, terdengar rintihan dan erangan dari ibu yang hendak melahirkan.

Saya tidak bisa membayangkan betapa berat perjuangan ibu tersebut. Fase ini bisa dibilang pameran pengorbanan yang luar biasa. Betapa tidak, perempuan itu harus berhadapan dengan kondisi antara hidup dan mati.

Karena itu, rasanya kurang elok jika kasih sayang hanya diberikan kepada pasangan, apalagi yang belum terikat janji sebagai suami istri. Saya merasa, kasih sayang harus diberikan kepada ibu yang melahirkan kita. Sebab, ibu adalah orang pertama yang secara langsung memberikan dan mengajari kita tentang kasih sayang.

Kasih sayang tersebut tidak harus diberikan dalam bentuk setangkai bunga mawar segar ataupun cokelat. Ibu kita pasti tidak butuh itu semua. Perhatian, penghormatan, atau sekadar sapa dengan senyum dari anak adalah sesuatu yang bagi mereka sudah cukup. Meski, itu tidak akan mampu membayar lunas kasih sayang mereka yang dalam pepatah bijak disebutkan bahwa kasih ibu sepanjang zaman.

http://samuderaislam.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Dede Wahyudin | Karyawan Swasta
Syukron... Akhirnya saya bisa menemukan media penyejuk hati. Saya senang sekali. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan keislaman saya Aamiin. Keep istiqomah dan salam ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1114 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels