QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Alamat Akun
http://masekoprasetyo.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Editor Jawa Pos
Seorang pecandu berat wedang kopi, tapi antirokok. Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Pengagum berat kebesaran Allah ini hobi sepak bola dan melempar senyum. Pemuda yang doyan kacang ijo ini juga pegiat baca buku. Bergelut dengan naskah dan tata bahasa adalah tugasnya sehari-hari sebagai editor bahasa Jawa Pos.
http://samuderaislam.blogspot.com
Tulisan Eko Lainnya
Kasih Sayang yang Sesungguhnya
24 Maret 2013 pukul 20:00 WIB
Buang Kata ”Tak Bisa”
18 Maret 2013 pukul 08:00 WIB
365 Hari = 1 Buku
1 Maret 2013 pukul 16:00 WIB
Ungu
13 Februari 2013 pukul 18:00 WIB
Emas di Tangan Penulis
1 Februari 2013 pukul 20:00 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 29 Maret 2013 pukul 23:30 WIB

Honor Nulis Cuma Rp 100 Ribu, Mau?

Penulis : Eko Prasetyo

Menulis artikel ilmiah alias opini di media massa memiliki beberapa keuntungan. Yang utama tentu saja dapat honor dari tulisan yang dimuat. Manfaat lainnya, nama kita akan nongol dan otomatis itu menguntungkan dari sisi popularitas. Selain itu, kita bisa menambah banyak teman atau relasi apabila tulisan kita dibaca banyak orang dan dikomentari. Menulis di koran juga merupakan lahan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis terhadap suatu masalah yang aktual dan memberikan solusinya.

Namun, tak mudah menembus media massa. Ibarat kompetisi, persaingan agar tulisan bisa dimuat sangat ketat. Jika mengirimkannya ke surat kabar atau majalah, kita akan bersaing dengan kaum intelektual seperti akademisi dan pengamat ahli. Banyak pula penulis ternama dari kalangan ulama, anggota dewan, serta pakar ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain. Karena itu, dibutuhkan kiat khusus untuk menembus surat kabar.

Ada saran bagi penulis pemula yang akan mengirimkan karyanya ke sebuah media, terutama koran. Yakni, kirimkan karya tulis tersebut ke koran lokal dulu, jangan buru-buru mengirimkannya ke koran nasional. Mengapa? Ada beberapa alasan.

Pertama, peluang dimuatnya di koran lokal lebih tinggi ketimbang koran nasional.

Kedua, koran nasional bakal memprioritaskan penulis ternama atau yang familier di kalangan masyarakat pembaca. Peluang dimuat untuk penulis pemula sih tetap ada, tapi proses seleksinya bakal sangat ketat.

Ketiga, biasanya koran lokal lebih memberikan kesempatan bagi penulis baru. Ini celah yang semestinya dimanfaatkan oleh penulis pemula yang ingin menembus surat kabar.

Keempat, isu lokal tentu saja bisa dimanfaatkan sebagai jembatan bagi penulis pemula sebelum melangkah ke isu nasional. Umumnya, isu nasional yang aktual lebih banyak diangkat oleh penulis. Karena itu, persaingan tentu sangat ketat selain adanya prioritas untuk penulis yang sudah punya nama.

Berdasar pengalaman saya, menulis di surat kabar lokal tak kalah menjanjikan. Namun, jangan berharap tinggi untuk urusan honor jika tulisan Anda dimuat di koran lokal. Sebab, ada surat kabar lokal yang masih memberikan honor Rp 100 ribu untuk tulisan opini yang dimuat. Itu masih mending. Kadang ada penulis yang mesti menarik urat leher alias ngejar-ngejar ke redaksi sebuah koran lokal demi mendapatkan honor. Itu terjadi setelah lebih dari sepuluh hari honor tulisannya tidak ditransfer.

Bagi saya, tak masalah jika hanya mendapatkan honor Rp 100 ribu. Sebab, toh dengan dimuatnya tulisan saya, saya mendapatkan banyak manfaat. Paling tidak, saya bisa membuktikan eksistensi di dunia kepenulisan.
Menulis bukan melulu soal honor. Lebih dari itu, saya mendapatkan kepuasan lebih dari honor Rp 100 ribu untuk tiap artikel saya yang dimuat di koran lokal. Setidaknya, orang bisa membaca gagasan-gagasan saya. Otomatis, hal tersebut bisa memengaruhi publik tentang isu yang kita angkat dalam artikel opini.

Mungkin, saya tidak akan bisa kaya hanya dengan Rp 100 ribu itu. Namun, upaya untuk memberikan manfaat kepada orang lain lewat tulisan bisa menepis hal tersebut. Berbuat baik bisa dilakukan lewat media apa saja, termasuk tulisan. Mau?

http://samuderaislam.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eno Karta Susana | Guru
Subhanallah... KSC bisa dijadikan sebagai sarana kreativitas, nambah ilmu, dan mempererat tali silaturrahim. Tapi tetap kita harus berusaha menjaga niat. Semoga bermanfaat. Aamiin...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1142 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels