HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Baik, Buruk, atau Netral?
7 September 2012 pukul 08:00 WIB
Berprestasi dengan Rendah Hati
1 September 2012 pukul 08:30 WIB
Melalui Tulisan Kita Inspirasi Dunia
24 Agustus 2012 pukul 17:00 WIB
8 Resep Menjadi Penulis Produktif
27 Juli 2012 pukul 16:00 WIB
10 Ciri Pribadi yang Disukai
7 Juli 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 13 September 2012 pukul 10:00 WIB

Komentar dan Tindakan Nyata

Penulis : Arry Rahmawan

“Ah! Dia sekarang menjadi sukses seperti itu karena beruntung!” Itu yang dikatakan seorang teman saat mengikuti sebuah seminar inspiratif yang menceritakan orang yang dulunya semasa kuliah hidup sangat kesulitan, sehingga dia memutuskan untuk memulai wirausaha yang membuatnya sukses di usia 26 tahun.

Setelah itu dipanggil lagi pembicara kedua, seorang ibu rumah tangga yang mampu menghasilkan omzet puluhan juta dalam sebulan sambil berhasil mengasuh anak-anaknya, teman saya berkomentar lagi, “Terang saja dia berhasil, pasti memiliki sokongan modal dari suaminya, sementara aku mana ada modal untuk membuka bisnis?”

Mendengar teman saya berkomentar ini, sayapun kemudian hanya geleng-geleng saja dalam hati. Memangnya apa sih yang sudah dia hasilkan sehingga hanya mengomentari orang-orang?

Menyebut orang lain bodoh, tidak membuatmu lebih pintar.
Melabel orang lain salah, tidak membuatmu lebih benar.
Menilai orang lain lemah, tidak membuatmu lebih kuat.
Mengatakan orang lain ngawur, tidak membuatmu lebih bijak.
Mengomentari orang lain, tidak merubah apapun darimu atau membuat dirimu lebih baik.
Dirimu lebih baik dalam berbagai hal, karena TINDAKAN nyatamu dan PEMBUKTIANMU.
Seperti kata bijak, TINDAKAN berbunyi lebih keras dibanding omongan!
STOP komentar dan START BERTINDAK.

Seandainya boleh memilih menjadi komentator atau pemain dalam kehidupan, manakah yang akan kita pilih? Seumur hidup, komentator hanyalah bisa berbicara, berkata, namun tidak ada tindakan nyata yang bisa dihasilkan. Justru dengan menjadi pemainlah, seseorang bisa berkembang dan terus berkembang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Jadi, pilih mana? Menjadi tukang komentar atau orang yang langsung menggebrak dengan tindakan nyata? Keduanya adalah pilihan kita.

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eni Sumartini | Dosen Keperawatan
Alhamdulillah, tulisannya baik, semoga jadi amal shaleh yang tidak terputus. Amin.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1629 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels