|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|
|
|
http://arryrahmawan.net |
|
contact@arryrahmawan.net |
|
arry.rahmawan@gmail.com |
|
|
arry_tiui09 |
|
arry.rahmawan@windowslive.com |
|
arry.rahmawan@gmail.com |
|
http://twitter.com/arryrahmawan |





Kamis, 13 September 2012 pukul 10:00 WIB
Penulis : Arry Rahmawan
“Ah! Dia sekarang menjadi sukses seperti itu karena beruntung!” Itu yang dikatakan seorang teman saat mengikuti sebuah seminar inspiratif yang menceritakan orang yang dulunya semasa kuliah hidup sangat kesulitan, sehingga dia memutuskan untuk memulai wirausaha yang membuatnya sukses di usia 26 tahun.
Setelah itu dipanggil lagi pembicara kedua, seorang ibu rumah tangga yang mampu menghasilkan omzet puluhan juta dalam sebulan sambil berhasil mengasuh anak-anaknya, teman saya berkomentar lagi, “Terang saja dia berhasil, pasti memiliki sokongan modal dari suaminya, sementara aku mana ada modal untuk membuka bisnis?”
Mendengar teman saya berkomentar ini, sayapun kemudian hanya geleng-geleng saja dalam hati. Memangnya apa sih yang sudah dia hasilkan sehingga hanya mengomentari orang-orang?
Menyebut orang lain bodoh, tidak membuatmu lebih pintar.
Melabel orang lain salah, tidak membuatmu lebih benar.
Menilai orang lain lemah, tidak membuatmu lebih kuat.
Mengatakan orang lain ngawur, tidak membuatmu lebih bijak.
Mengomentari orang lain, tidak merubah apapun darimu atau membuat dirimu lebih baik.
Dirimu lebih baik dalam berbagai hal, karena TINDAKAN nyatamu dan PEMBUKTIANMU.
Seperti kata bijak, TINDAKAN berbunyi lebih keras dibanding omongan!
STOP komentar dan START BERTINDAK.
Seandainya boleh memilih menjadi komentator atau pemain dalam kehidupan, manakah yang akan kita pilih? Seumur hidup, komentator hanyalah bisa berbicara, berkata, namun tidak ada tindakan nyata yang bisa dihasilkan. Justru dengan menjadi pemainlah, seseorang bisa berkembang dan terus berkembang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Jadi, pilih mana? Menjadi tukang komentar atau orang yang langsung menggebrak dengan tindakan nyata? Keduanya adalah pilihan kita.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.