HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
8 Resep Menjadi Penulis Produktif
27 Juli 2012 pukul 16:00 WIB
10 Ciri Pribadi yang Disukai
7 Juli 2012 pukul 12:00 WIB
Words for Writer
4 Juli 2009 pukul 19:21 WIB
Menjadi Motivator? Kenapa Tidak?
13 Juni 2009 pukul 19:21 WIB
Jadilah Umat Islam yang Kaya!
8 Juni 2009 pukul 16:00 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 24 Agustus 2012 pukul 17:00 WIB

Melalui Tulisan Kita Inspirasi Dunia

Penulis : Arry Rahmawan

Yuk, kita menulis! Menulis merupakan aktivitas yang menurut saya tuh sangat menyenangkan! Bagaimana tidak, segala ide yang ada di pikiran berusaha untuk dituangkan dalam rangkaian kata-kata yang komunikatif dan mudah dipahami. Di sinilah tantangannya. Gak semuanya loh bisa menulis dengan baik. Pernah saya melihat tulisan seseorang yang menceritakan suatu pengalaman, sebenarnya kejadiannya simpel sih, tetapi karena tidak sistematis, ya menjadi sulit dimengerti. Tulisan tidak harus selalu di kertas, bisa di blog atau website misalnya.

Menulis bukan cuma menuangkan ide dalam bentuk tulisan, tetapi juga sebagai cara untuk mengikat ilmu. Bayangkan apabila Al-Qur'an, kitab suci, atau buku-buku ilmu pengetahuan tidak pernah ditulis dan dibukukan. Berapa banyak ilmu yang hilang dari muka bumi ini? Saya terkesan sekali ketika pertama kali membuka situs ilmukomputer, yang digagas oleh Om Romi Satria Wahono. Di sana berkumpul orang-orang yang senang menulis tentang ilmu komputer. Herannya, ada beberapa e-book gratis yang menurut saya sangat berkualitas, bahkan dapat disamakan dengan buku berbayar.

***

Menulis untuk Berkarya

Tuhan telah menganugerhkan kita berbagai macam potensi dan kemampuan yang unik. Masalahnya, banyak sekali manusia yang lupa untuk mensyukuri anugerah tersebut. Bagaimana cara mensyukurinya? Salah satu caranya adalah dengan membuat karya. Karya yang sesuai dengan potensi dan diri Anda.

Nah, sekarang pertanyaannya, sudah berapa banyak karya yang kita hasilkan yang bermanfaat untuk kepentingan banyak orang? Apabila sudah banyak, alhamdulillah. Namun apabila belum, masih banyak cara untuk memulainya sekarang juga. Cara yang paling mudah adalah dengan menulis tentunya.

***

Menulis Memerlukan Bakat?

Oke, saya akan mencoba mengklarifikasikan beberapa alasan mengapa banyak orang tidak suka atau tidak bisa menulis. Rata-rata teman saya, ketika melihat tulisan yang bagus atau terkadang tulisan saya, berkata, “Wah, bagus banget nih, beda banget kalo gue yang bikin, abis gue gak bakat sih.” Oke, saya yakin bakat juga menentukan kesuksesan seseorang, karena pasti semua orang memilki bakat yang unik. Tapi bayangkan, apabila bakat besar tidak diasah, ya percuma kan? Kalo bakat kecil itu diasah dan dilatih, lama-lama kita akan terbiasa melakukannya, bahkan melakukannya dengan happy. Sebenarnya dalam menulis itu bukan masalah kita bakat atau tidak, tetapi mau memilih untuk menulis atau tidak? Karena banyak lho orang-orang yang menurut saya tulisannya oke banget, tetapi mereka tidak yakin dan akhirnya berhenti untuk menulis. Sayang kan?

Jadi, gak perlu takut lagi dengan masalah bakat. Segera ambil pena atau siapkan laptop, kemudian tulis deh unek-unek yang ada di pikiran Anda, maka saat itu juga Anda sudah menjadi penulis lho walaupun cuma satu paragraf. Apalagi kalau paragraf itu mengandung ilmu dan bisa menggerakkan orang untuk berbuat kebaikan. Menulis juga bisa sebagai sarana untuk curhat dan menghibur orang lain. Saya jadi ingat dengan teman sebangku saya sewaktu SMA dulu, dia pada awalnya suka menceritakan cerita-cerita unik dan lucu, dan sekarang dia mencoba menuliskan ceritanya. Dari tulisan pertama, kedua, ketiga, dan sampai sekarang ternyata kemampuan menulisnya semakin berkembang. Walaupun hanya menulis di notes Facebook, tapi karyanya disukai banyak orang, termasuk saya. Kalau bisa sampai begini, waaah Selamat ya! Anda sudah dikatakan sebagai penulis hebat!

***

Kuncinya : Soft-Skill dan Konsistensi

Kalau Albert Einstein bilang, sukses itu 1% bakat, dan 99% usaha, maka saya sangat setuju. Usaha di sini tuh meliputi do'a, konsistensi, pantang menyerah, terus termotivasi, disiplin, rutin, jujur, dan sifat-sifat yang terus mendorong Anda untuk berkarya dan menjadi orang yang bermanfaat. Namun, bukan berarti bakat atau kemampuan teknis itu gak penting loh! Setidaknya Anda juga harus mengetahui teori-teori menulis yang baik. Bagaimana menerapkan 5W + 1H, apa itu deduktif-induktif, tata cara EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), dan lainnya. Sehingga kemampuan Anda semakin mendekati sempurna.

So, are you ready to be a writer? Tulislah apa yang ada di pikiran Anda. Yang penting tuh kemauan dan konsistensi aja kok. Asal terus termotivasi, pasti bisa deh! Mulailah dengan menulis hal-hal ringan, atau membuat blog sebagai media curhat-curhat pengalaman, terus dan teruslah konsisten. Tulis-tulis aja apa yang bisa ditulis. Insya Allah nanti Allah akan memudahkanmu menjadi penulis hebat!

Semangat ya! Yuk, kita mulai menulis!

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Vitra | Exim Staff
Sangat hebatzzz, KSC!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1071 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels