HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Menjadi Motivator? Kenapa Tidak?
13 Juni 2009 pukul 19:21 WIB
Jadilah Umat Islam yang Kaya!
8 Juni 2009 pukul 16:00 WIB
Belajar Disiplin Waktu
27 Mei 2009 pukul 16:09 WIB
Siapa yang Disebut Pemenang Sejati? (1)
23 Mei 2009 pukul 19:12 WIB
Berhitung dengan Matematika Langit dan Bumi
20 Mei 2009 pukul 15:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 4 Juli 2009 pukul 19:21 WIB

Words for Writer

Penulis : Arry Rahmawan

Sebagai seorang penulis, adakalanya mengalami saat-saat jatuh, tidak bersemangat, kurang termotivasi, dan malas berkarya. Hal ini bisa dikarenakan kesibukan, rasa malas, komentar negatif, dan banyak juga penyebab-penyebab lainnya. Padahal, menulis adalah aktivitas yang sangat menyenangkan dan memiliki manfaat yang sangat besar bagi orang banyak dan penulis itu sendiri.

Banyak kata-kata menarik yang saya rangkum dari berbagai seminar, narasumber, pelatihan, dan buku untuk penulis, di mana kata-kata ini memiliki daya magis dan power yang cukup mengena dan mendalam. Dan sekarang, saya ingin berbagi kepada pembaca semuanya, tidak hanya untuk penulis, namun juga yang belum, syukur-syukur bisa memotivasi untuk berkarya melalui tulisan pada kesempatan berikutnya.

Word #1 : Tak ada kiat yang lebih baik bagi penulis, kecuali dengan menulis sekarang juga. Banyak sekali orang yang hampir menjadi orang besar, namun tidak terwujud dikarenakan ide, pemikiran, gagasan, dan pengetahuan yang muncul di kepalanya tidak segera diikat dan diwujudkan dalam tulisan. Kebiasaan menunda-nunda dan berkata bahwa masih ada hari esok, membuat orang-orang yang suka menunda seperti ini tidak jadi menulis karena malah tambah malas, kehilangan ide, atau idenya sudah direbut orang lain. Mulailah sekarang juga!

Word #2 : Bukan sekedar bakat yang membuat seorang penulis menjadi besar, namun kehausan pada ilmulah yang membuat setiap goresan menjadi penuh makna. Kalau menilai bahwa penulis besar yang ada sekarang lahir karena memang berbakat, maka hal itu tidak sepenuhnya benar. Penulis-penulis besar lahir karena mereka banyak sekali belajar dan tidak jenuh untuk mempublikasikan pemikiran-pemikiran dari hasil pembelajaran mereka. Maka jangan heran bahwa penulis besar justru menjadi orang-orang yang suka membaca dan mengkhatamkan banyak sekali buku dibandingkan orang lain.

Word #3 : Penulis hebat mampu menulis masalah berat dengan bahasa sederhana, namun yang ingin dikatakan hebat menulis masalah sederhana dengan kata-kata yang berat. Penulis sejati adalah orang yang dapat menunjukkan kebenaran atau menyelesaikan permasalahan berat dengan kesederhanaan dan kata yang gampang dicerna. Namun juga banyak penulis yang berputar-putar pada akar permasalahan yang sederhana, dan dibuat rumit sehingga membingungkan pembacanya. Gunakanlah kata-kata efektif yang bisa menginspirasi dan menggugah dalam setiap karya tulis yang kita buat.

Word #4 : Tulisan yang baik, sekali dibaca mencerdaskan dan ketika dibaca lagi mencerahkan. Menurut saya, ini bisa dijadikan sebuah standar dalam menghasilkan sebuah karya tulis. Karena sesuatu yang mencerdaskan itu menunjukkan bahwa karya kita sarat akan ilmu yang bermanfaat. Bahkan ketika dibaca kembali, justru malah semakin mencerahkan pembacanya.

Word #5 : Peradaban Islam tercipta dari goresan tinta para ulama, dan tetesan darah para syuhada. Peradaban Islam yang maju dapat kita ukur dari seberapa banyak umatnya yang haus akan ilmu, seberapa rakus membaca buku, dan berapa banyak tinta yang digunakan dalam menulis suatu karya. Selain itu, seberapa gigih umatnya mempertahakan pokok ajaran agama Islam ini. Umat Islam yang cerdas akan membawa agama ini menuju peradaban yang lebih baik. Maka, apalagi yang kita tunggu? Selagi masih produktif, selagi masih mampu membaca dengan baik, selagi mampu menggoreskan pena di atas kertas, tak ada alasan bagi kita untuk tidak belajar, membaca, dan mengikat ilmu dengan menuliskannya.

"Katakanlah : Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (QS . 18 : 109).

Wallahu a'lam.

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

salman dikz | Karyawan
KotaSantri.com... Ya Allah, kereeeen. Tooop daaaaah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0998 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels