HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Siapa yang Disebut Pemenang Sejati? (1)
23 Mei 2009 pukul 19:12 WIB
Berhitung dengan Matematika Langit dan Bumi
20 Mei 2009 pukul 15:45 WIB
Kiat Praktis Manajemen Waktu
4 April 2009 pukul 19:21 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 27 Mei 2009 pukul 16:09 WIB

Belajar Disiplin Waktu

Penulis : Arry Rahmawan

Dalam perjalanan mengarungi hidup ini dan dari beberapa pengalaman langsung, di Indonesia tampaknya masih jarang sekali orang yang menerapkan prinsip "disiplin" pada waktu.

Jika kita ada acara jam 10.00, maka mulai jam 11.00.
Jika kita janjian kumpul jam 11.30, maka semuanya kumpul jam 12.00.
Jika jam pelajaran mulai pukul 08.00, maka guru masuk jam 08.15.

Dan yang lain-lainnya. Bahkan, sekarang ini banyak sekali orang-orang yang bilang, "Ah, pasti ngaret.", "Ah, ntar aja ah, yang lainnya juga pasti telat." Dan sebagaimana macamnya. Lucunya, ketika ada undangan atau acara, kalau setiap orang Indonesia yang diundang berpikir seperti itu, kapan mulai atau sampainya?

Sekali-kali bacalah artikel mengenai kedisiplinan di Jepang. Dosen yang mengajar tepat waktu. Kereta yang mengantar juga tepat waktu. Dan ketepatan waktu ini juga diterapkan di beberapa negara barat, seperti Inggris misalkan. Pernah ada seorang Indonesia yang kuliah di Inggris, kemudian ada seminar yang diselenggarakan pagi hari (jam 06.00). Orang Indonesia ini berpikir tidak mungkin jam 06.00 sudah ramai, dan dia mengulur waktu lima belas menit kemudian. Ternyata sewaktu sampai di tempat seminar, dia tidak mendapatkan tempat duduk.

Rasulullah SAW sudah mengajarkan pada umat muslim bagaimana kiat untuk belajar disiplin waktu. Yaitu pelajaran yang diberikan tergolong sederhana, namun sangat sulit sekali untuk diterapkan. Hal itu adalah Shalat Tepat pada Waktunya. Berapa dari kita, umat muslim Indonesia, yang shalat tepat pada waktunya?

Saya tidak akan memberikan tips macam-macam bagaimana meningkatkan kedisiplinan mengenai waktu. Cobalah untuk shalat tepat pada waktunya selama seminggu penuh. Sudah? Kemudian cobalah shalat tepat waktu sebulan penuh. Sudah juga? Alhamdulillah... Kemudian cobalah shalat tepat waktu setahun penuh, sudah? Anda luar biasa! Ketika adzan berkumandang, itu adalah tanda perjanjian Anda dengan Allah untuk saling "bertatap muka". Lantas, pantaskah kita kepada Tuhan kita menerapkan prinsip "ngaret"?

Mari merefleksikan hal ini pada diri kita masing-masing. Cobalah untuk menerapkan disiplin waktu dari sekarang dan meninggalkan prinsip ngaret ini. Marilah kita menjadi teladan untuk memulai dan merubah kebiasaan bangsa kita yang suka ngaret. Tahap latihan awal yang bisa dicoba adalah mengerjakan shalat tepat waktu. Lantas kita bisa menerapkan kebiasaan kita itu dalam aspek kehidupan yang lainnya, seperti rapat, acara, aktivitas, pertemuan, dan lain sebagainya.

Salam Sukses!

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Desy Rahayu | Pegawai
Saya baru bergabung di KotaSantri.com setelah saya membaca beberapa cerita yang sangat menarik, saya berkeinginan juga untuk berbagi cerita dengan Anda semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1002 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels