Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Wanita Mengajak Menikah Lebih Dulu
21 Juni 2012 pukul 13:30 WIB
'Sunatan Massal' ala PNS
14 Juni 2012 pukul 08:30 WIB
Rain & Wind
13 Februari 2012 pukul 11:30 WIB
Berhati-hati dengan Najis
6 Februari 2012 pukul 10:10 WIB
Dahulukan Allah, maka Allah akan Mendahulukanmu
30 Januari 2012 pukul 09:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Jum'at, 10 Agustus 2012 pukul 13:30 WIB

Melintas di Depan Orang yang Sedang Shalat

Penulis : Mujahid Alamaya

Beberapa hari lalu ketika shalat subuh di masjid, saya datang saat iqamat berakhir. Karena shaf di bagian paling belakang sudah penuh dan tersisa buat satu orang, maka saya langsung menempati shaf tersebut. Kebetulan shaf tersebut berada di samping pintu. Sebelum memutuskan untuk menempati shaf tersebut, saya melihat ke belakang untuk memastikan pintu samping di belakang shaf saya terbuka. Setelah yakin bahwa pintu terbuka, maka saya segera bermakmum.

Beberapa menit setelah takbir, tepatnya ketika imam membaca surat setelah Al-Fatihah, tiba-tiba datang seorang bapak berbadan gemuk, tapi saya tidak begitu memperhatikannya. Ia mendorong saya dengan kuat supaya ia bisa melewati saya dan masuk ke dalam masjid, sambil berkata, "Jalan kok malah ditutup." Hampir saja saya terjatuh, beruntung bisa menahannya dan juga tertahan oleh orang yang shalat di samping saya. Buyarlah konsentrasi saya saat itu.

Sebelum takbir, saya melihat ada orang lain yang hendak memasuki masjid, tapi karena ia melihat saya sedang takbir, ia kembali mundur dan sepertinya masuk lewat pintu samping di belakang saya. Jadi saya tenang saja karena berkeyakinan bahwa orang lain bisa masuk lewat pintu tersebut. Tapi pikiran saya benar-benar kacau gara-gara ulah bapak berbadan gemuk tadi. Saya jadi merasa bersalah jika ternyata pintu samping di belakang saya tidak bisa dibuka.

Selesai shalat, saya memastikan ke sekeliling. Ternyata pintu samping tersebut terbuka dan di belakang shaf saya banyak jama'ah lain sampai membentuk 2 shaf. "Jadi, kenapa bapak tersebut mendorong saya? Apa dia tidak melihat pintu lain yang terbuka?" batin saya. Ah, mungkin saja bapak berbadan gemuk tersebut tidak melihat pintu lain atau tidak tahu bahwa sebenarnya kita tidak boleh melintas di depan orang yang sedang shalat, apalagi sampai mendorongnya.

Sepertinya larangan melintas di depan orang yang sedang shalat ini harus lebih sering disosialisasikan di masjid-masjid, karena Rasulullah SAW mengecam orang yang suka berlalu lalang di hadapan orang yang sedang mendirikan shalat. Sebab, pada hakikatnya, orang yang shalat itu sedang berhadapan dengan Allah SWT. "Lebih baik salah seorang di antara kalian berdiri seratus tahun daripada berjalan di hadapan saudaranya yang sedang shalat." (HR Muslim).

http://dekaes.com

Suka
Devi Nurmala menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Hamzah | Wiraswasta
KotaSantri.com, sejukkan hati!!! Peace ah. SaLam ukhuwwah wat hamba Allah se-alam dunia.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1141 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels