HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Janganlah Mengurangi Takaran
16 Januari 2012 pukul 10:00 WIB
Pemimpin yang Bikin Repot Masyarakat
22 Desember 2011 pukul 11:22 WIB
Arogansi 'Kijang Merah'
12 Desember 2011 pukul 09:09 WIB
Tumpangan Gratis
24 November 2011 pukul 10:00 WIB
Ukhuwah : Connecting People
22 September 2011 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 30 Januari 2012 pukul 09:30 WIB

Dahulukan Allah, maka Allah akan Mendahulukanmu

Penulis : Mujahid Alamaya

Suatu hari ketika hendak pulang kerja, saya dicegat oleh salah seorang manajer di kantor untuk membantu menyelesaikan permasalahannya, padahal saat itu jam sudah menunjukan pukul 17 lewat dan saya ingin tiba di Dukuh Atas serta Blok M sesuai rencana agar bisa shalat maghrib maupun isya secara berjama'ah di masjid yang biasa menjadi tempat saya 'transit'.

Saya kira permasalahannya akan selesai dalam beberapa menit saja, ternyata lewat pukul 17.30 baru selesai. Selesai urusan tersebut, saya bimbang. Jika saya langsung pulang, kemungkinan besar tidak akan bisa shalat maghrib pada waktunya. Sedangkan jika saya menunggu di Kampung Melayu hingga shalat maghrib tiba, waktunya masih lama dan tiba di rumah lewat pukul 21.

Akhirnya saya memutuskan untuk langsung pulang. Di tengah perjalanan, jam menunjukan pukul 18, pertanda maghrib akan segera tiba. Jika saya terus melanjutkan perjalanan dan shalat maghrib di Dukuh Atas, maka tidak akan terkejar. Maka diambillah rute perjalanan lain, saya memutuskan untuk shalat di sebuah masjid di Pal Putih, walaupun rutenya memutar dan lebih jauh.

Selesai shalat maghrib, saya bergegas menuju halte bis. Tidak berapa lama setelah tiba di halte, bis yang saya tunggu datang. Untuk menuju Blok M, saya harus berganti bis di Harmoni. Tiba di Harmoni, antrian penumpang untuk arah Blok M sedang sepi. Saat itu juga saya bisa langsung naik bis ke arah Blok M. Tersendat macet sedikit, dan bisa tiba di Blok M saat adzan isya berkumandang.

Alhamdulillaah, malam itu saya bisa shalat maghrib dan isya pada waktunya secara berjama'ah dan tiba di rumah seperti biasanya.

Dahulukan Allah, maka Allah akan mendahulukanmu.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Dede Wahyudin | Karyawan Swasta
Syukron... Akhirnya saya bisa menemukan media penyejuk hati. Saya senang sekali. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan keislaman saya Aamiin. Keep istiqomah dan salam ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1112 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels